Breaking News:

Berita Trenggalek

Perbaikan EWS di Sepanjang Pantai Selatan Trenggalek Dilakukan Secara Bertahap

Alat sistem peringatan dini pendeteksi gempa bumi dan tsunami di kawasan pantai selatan Kabupaten Trenggalek mulai dibenahi secara bertahap

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Lokasi alat pemantau tsunami di perairan Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Di kecamatan itu, akan dipasang satu lagi alarm EWS gempa bumi dan tsunami. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Alat sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) pendeteksi gempa bumi dan tsunami di kawasan pantai selatan Kabupaten Trenggalek mulai dibenahi secara bertahap.

Pada pekan ini, dua alat di Kecamatan Watulimo yang sempat rusak telah rampung diperbaiki.

Sementara itu, ada tiga alat serupa di Kecamatan Munjungan yang proses perbaikannya masih berlangsung.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Tri Puspitasari menjelaskan, sebanyak delapan alat EWS terpasang di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Trenggalek.

Rinciannya, empat unit di Kecamatan Watulimo, tiga unit di Kecamatan Munjungan dan satu unit di Kecamatan Panggul.

Alat-alat tersebut dimiliki oleh instansi yang berbeda-beda, sebagaian besar milik BPBD Kabupaten Trenggalek dan sisanya milik BPBD Provinsi Jatim serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Yang di Watulimo saat ini sudah normal semua,” kata Puspitasari, Jumat (10/9/2021).

Sementara itu, tim teknisi juga tengah memperbaiki tiga EWS yang ada di Kecamatan Munjungan.

Puspitasari memprakirakan, tiga EWS tersebut bakal bisa dioprasikan secara normal paling lambat bulan depan.

“Satu lagi EWS yang ada di Kecamatan Panggul masih ada masalah. Ini sudah kami laporkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk dicek ulang, dan kalau bisa segera diperbaiki,” sambung dia.

Menurut Puspitasari, perbaikan EWS penting untuk mengantisipasi adanya risiko bencana di kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek.

Pengetesan dan pengecekan alat EWS, kata dia, sebenarnya dilakukan secara berkala saban bulan, yakni tiap akhir bulan.

Pihaknya berharap, seluruh EWS yang ada di Kabupaten Trenggalek akan berfungsi secara normal dalam waktu yang tak lama. Sehingga, mitigasi apabila terjadi bencana bisa terlaksana dengan maksimal.

Seperti diketahui, kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu tempat yang berpotensi terjadi bencana tsunami, sebagaimana rilis BMKG pada akhir Mei 2021.

Perbaikan EWS yang rusak menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir dampak dari risiko yang ada.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved