Breaking News:

Berita Surabaya

Jumlah MBR di Surabaya Meningkat, Pemkot Usulkan 47 Ribu KPM Tambahan ke Kemensos

Dinas Sosial Kota Surabaya mencatatkan, ada sekitar 47 ribu data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baru.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan bantuan JPS kepada warga MBR di Surabaya, Jumat (10/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) disebut bertambah saat ini. Pemkot Surabaya pun berupaya untuk mengusulkan tambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Dinas Sosial Kota Surabaya mencatatkan, ada sekitar 47 ribu data MBR baru saat ini. Tambahan tersebut kini diusulkan kepada Kemensos untuk segera mendapat bantuan.

"Kami sudah mengusulkan kembali sebanyak 47 ribu KPM kepada Kementerian Sosial. Sempat belum diusulkan, karena belum masuk data MBR sebelumnya," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, Jumat (10/9/2021).

Dengan adanya tambahan tersebut, jumlah MBR di Surabaya saat ini mencapai 294.070 KK (berdasarkan laman pemuktahiran data). Mayoritas MBR di Surabaya saat ini telah mendapat intervensi dari pemerintah.

Misalnya, bantuan dari Kementerian Sosial. Di antaranya, lewat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Sedangkan bagi yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, Pemkot memberikan intervensi sementara. Di antaranya, dengan menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) menggunakan APBD Surabaya.

Saat ini Pemkot Surabaya mengalokasikan Rp 3,8 miliar yang diberikan kepada 19 ribu KPM. Data KPM tersebut juga berasal dari data MBR.

"(Bantuan dari APBD Surabaya) kami berikan kepada KPM yang masuk MBR tapi belum menerima bantuan dari Kemensos. Baik PKH, BPNT, atau BST dari Kemensos," kata pria yang akrab disapa Anang ini.

Pihaknya berharap intervensi dari pemerintah tersebut bisa membantu masyarakat kurang mampu. Khususnya, dalam masa pandemi.

"Berbagai upaya pengentasan kemiskinan dilakukan oleh Pemkot. Termasuk, lewat Jaring Pengaman Sosial," katanya.

Hingga saat ini, pendataan keluarga MBR masih terus berjalan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta jajarannya untuk turun memastikan tak ada warga miskin yang lepas dari bantuan pemerintah.

"Data MBR bisa diusulkan melalui RT yang kemudian akan divalidasi oleh lurah. Selanjutnya, ada tim dari Dinsos yang akan melakukan survei untuk memastikan yang bersangkutan bisa masuk MBR atau tidak," katanya.

Sedangkan bagi warga yang memerlukan bantuan sosial juga bisa mengakses lewat aplikasi usul bansos. Di antaranya dengan mengakses lewat aplikasi usul Bansos di laman: https://usulbansos.surabaya.go.id/.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved