Breaking News:

Debt Collector Boleh Sita Motor Asal Ada Surat Tugas Resmi dari Perusahaan Leasing

terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi debt collector agar dapat menarik jaminan fidusia

Editor: Rudy Hartono
kontan.co.id
ILUSTRASI - Lelang sepeda motor sitaan. 

SURYA.co.id  - Eksekusi penyitaan barang kredit atau jaminan fidusia dari debitur dipastikan dapat dilakukan tanpa perlu melewati proses pengadilan terlebih dahulu. Hal tersebut ditegaskan dalam Putusan Mahkamah  (MK) Nomor 2/PUU-XIX/2021, yang merupakan hasil dari putusan MK yang sebelumnya sempat menimbulkan multif tafsir. Perusahaan pembiayaan melalui jasa penagih atau debt collector dapat menyita jaminan fidusia, apabila debitur tidak memenuhi kewajibannya atau wanprestasi. Namun demikian, penyitaan barang kredit tidak bisa dilakukan semena-mena oleh debt collector.

Mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi debt collector agar dapat menarik jaminan fidusia. Aturan tersebut memperbolehkan perusahaan pembiayaan menggunakan jasa debt collector untuk penagihan kendaraan. Adapun dokumen yang perlu dibawa oleh debt collector dalam proses penagihan ialah, kartu identitas, sertifikat profesi dari lembaga resmi, surat tugas dari perusahaan pembiayaan, dan bukti jaminan fidusia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, perusahaan pembiayaan harus menggunakan jasa debt collector yang sesuai dengan ketentuan tersebut. Ia mengakui, kerap kali dalam proses penagihan debt collector tidak memiliki dokumen-dokumen yang dipersyaratkan. “Terus lagi surat kuasa (dari perusahaan pembiayaan) hanya untuk 1 orang yang menarik, tapi dia 5-6 orang yang narik. Ini yang salah perusahaan pembiayaan dan debt collectornya” tutur Suwandi, kepada Kompas.com, Jumat (10/9/2021).

Selain itu, Suwandi menegaskan, dalam proses penagihan, debt collector tidak boleh bertindak semena-mena dan menggunakan kekerasan. Apabila terjadi ketidaksepahaman, Suwandi meminta debt collcetor dan debitur menyelesaikannya di pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian. “Pokoknya kita harus sopan,” ucap Suwandi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sita Kendaraan Debitur, Debt Collector Harus Pegang Dokumen Ini"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved