Breaking News:

Berita Blitar

Pakai Proposal Bodong, 3 Ketua Pokmas di Blitar Nikmati Dana Rp 2,8 Miliar dari Pemprov Jatim

Dan ternyata dana yang diterima dari Pemprov Jatim sebesar Rp 2,8 miliar pada 2016, jadi bancakan bersama kerabatnya

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Tiga terduga penyimpangan dana hibah Rp 2,8 miliar untuk pengadaan ternak diangkut mobil Kejari Blitar menuju ke Rutan Tipikor Surabaya, Rabu (8/9/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Ini bukti bahwa pemberian dana hibah dari Pemprov Jatim sangat rentan dikorupsi kalau disalurkan dalam bentuk tunai.

Setelah satu pelaku penggelapan divonis pada Januari 2021 lalu, kini tiga pelaku lainnya juga harus dijebloskan ke penjara atas keterlibatan dan menggelapan dana hibah dari Pemprov Jatim sebesar Rp 2,8 miliar, yang seharusnya digunakan untuk pengadaan sapi dan kambing.

Tiga orang warga Kabupaten Blitar itu masing-masing berstatus ketua kelompok masyarakat (pokmas) yang beranggotakan banyak peternak di tiga kecamatan. Dan ternyata dana yang diterima dari Pemprov Jatim sebesar Rp 2,8 miliar pada 2016, jadi bancakan bersama kerabatnya, tanpa sekalipun disalurkan ke para peternak.

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar sudah mengusut dugaan penggelapan dana hibah itu dan sampai Rabu (8/9/2021) lalu, beberapa ketua pokmas diperiksa intensif.

Kejari menahan tiga orang dalam kasus ini, yaitu CP (48), warga Desa/Kecamatan Doko; ST (52), warga Desa/Kecamatan Wates; dan NT (54), warga Desa/Kecamatan Panggungrejo.

Setelah melengkapi berkas penahanannya, malam itu juga atau pukul 20.00 WIB, ketiga tersangka penggelapan dana hibah langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 Surabaya, dengan dinaikkan mobil tahanan kejari.

"Mereka ditahan di Surabaya karena pertimbangan keamanan juga. Sebab saat ini kan masih terjadi pandemi, sehingga tidak ditahan di Rutan Blitar," kata Kasi Intel Kejari Blitar, Anwar Zakariyah, Kamis (9/9/2021).

Dari penyelidikan Kejari Blitar, modus para pelaku penggelapan dana itu adalah mengajukan proposal bodong alias abal-abal agar mendapatkan kucuran dana.

Dan yang menjadi pertanyaan, bagaimana proposal itu disetujui dan apakah sudah melalui hasil survei atau pengecekan di lapangan. Namun setelah diajukan pada 2016, setahun kemudian proposal bodong itu malah lolos dan Pemprov Jatim akhirnya dikucurkan dana hibah Rp 2,8 miliar.

Uang sebesar itu lantas dibagi untuk empat kelompok masyarakat (Pokmas), yang bergerak di bidang peternakan. Tujuannya adalah untuk pengadaan kambing dan sapi serta perbaikan kandangnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved