Berita Surabaya

Dievaluasi secara Berkala, Surabaya Berhati-hati Gelar Pembelajaran Tatap Muka

PTM di Kota Surabaya dilakukan dengan terbatas dan bertahap, sehingga tahap awal hanya 15 SMPN diperbolehkan menggelar PTM.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
surya/sri wahyunik
Satgas Covid-19 Kabupaten Jember meninjau Balai Serba Guna (BSG) Kaliwates, yang bakal menjadi lokasi tes SKD pekan depan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin (6/9/2021).

PTM ini dilakukan dengan terbatas dan bertahap, sehingga tahap awal hanya 15 SMPN diperbolehkan menggelar PTM.

Prosesnya pun selalu dievaluasi secara berkala, karena Pemkot Surabaya sangat berhati-hati dengan PTM ini.

Pembelajaran tatap muka bisa digelar setelah Surabaya memasuki level 2 berdasarkan asesmen situasi dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sedangkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 35 tahun 2021, Kota Surabaya masih
menduduki level 3. Namun, antara level 2 dan 3, sudah diperbolehkan menggelar PTM.

“Alhamdulilah kita bisa menggelar PTM, karena para pakar baik Epidemiologi maupun dari Persakmi sudah memberikan arahan. Namun ini bukan berarti euforia, tapi bagaimana kita menjaga mindset bahwa protokol kesehatan harus tetap dipertahankan,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kamis (9/9/2021).

Ia memastikan bahwa Satgas Covid-19 bersama pakar kesehatan dan epidemiologi telah merekomendasikan 15 SMP negeri dan swasta untuk mengelar PTM terbatas.

Sekolah yang direkomendasikan ini sudah melalui proses asesmen dan simulasi.

“Saya sampaikan hanya 25 persen PTM itu. Ini bukan berarti setelah boleh 50 persen kita euforia, tidak. Ini karena
kehati-hatian saja,” jelasnya.

Makanya, demi memastikan pelaksanaan PTM hari pertama berjalan sesuai Inmendagri dan SKB 4 Menteri, Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo, melakukan tinjauan.

Dari hasil tinjauannya itu, Wali Kota Eri memastikan bahwa jika PTM ini berjalan lancar, otomatis kapasitas peserta didik yang masuk ke sekolah bisa ditingkatkan.

“Sehingga awal kita buka 25 persen, setelah itu naik lagi 35 persen dan seterusnya. Nah, kalau sudah terbiasa, aman dan nyaman menerapkan prokesnya, Fainsya Allah itu yang bisa membuat kita semakin jauh lebih baik daripada hari ini,” tuturnya.

Info grafik beberapa persyaratan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya.
Info grafik beberapa persyaratan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya. (Foto:humas pemkot surabaya)

Meski demikian, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo memastikan bakal terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap sekolah yang melaksanakan PTM maupun simulasi.

Bahkan setiap harinya, lembaga pendidikan itu juga diwajibkan mengirimkan laporan kegiatan PTM berupa video.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved