Breaking News:

Berita Situbondo

Anggotanya Diadukan oleh Istri Kedua, DPC Demokrat Situbondo Pilih Berkoordinasi ke DPD dan DPP

Partai Demokrat Situbondo mendapatkan pengaduan dari seorang perempuan yang mengaku sebagai istri kedua dari HP

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Salah seorang pengacara Wiwit menyerahkan surat pengaduan ke Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo, Rabu (8/9/2021) lalu. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Adanya dugaan penelantaran anak yang dilakukan kadernya di Situbondo, menjadi sekelumit masalah pelik pada Hari Jadi Partai Demokrat ke-20, Kamis (9/9/2021) ini. Bahkan karena sensitivitas masalah itu, DPC Partai Demokrat Situbondo pun memilih berhati-hati menentukan sikap.

Selain tak mau gegabah membuat keputusan, Partai Demokrat Situbondo malah juga berencana berkoordinasi dengan DPD Demokrat Jatim dan Pusat (DPP).

"Kita akan berkoordinasi dengan DPD dan DPP, karena ini riskan dan menyangkut masalah rumah tangganya serta berkaitan marwah partai " ujar Janur Sastra Ananda, Ketua DPC Partai Denokrat Situbondo kepada SURYA, Kamis (09/09/2021).

Rabu (8/9/2021) lalu, Partai Demokrat Situbondo mendapatkan pengaduan dari seorang perempuan yang mengaku sebagai istri kedua dari HP, anggota DPRD Situbondo dari Fraksi Demokrat.

Perempuan yang dipanggil Wiwit itu mengadukan HP yang disebutnya melakukan penelantaran terhadap ia dan anak hasil pernikahan siri mereka. Bahkan perempuan yang juga seorang guru PNS itu membawa tiga pengacara, dan meminta agar memeriksa HP di badan kehormatan (BK) dewan.

Wiwit kemudian juga mengaku sebagai istri kedua HP dari pernikahan siri. Selain mengadukan ke BK DPRD Situbondo, pihaknya juga akan melaporkan kasus ini ke pengurus partai mulai tingkat DPC, DPD hingga DPP.

Karena HP dituding ingkar janji untuk menjaga keluarga, meninggalkan anaknya yang baru lahir dengan kondisi tidak sempurna serta tidak memberi nafkah.

Ditambahkan Janur, pihaknya akan berhati hati memberikan komentar dalam persoalan ini. "Meski demikian, kami masih akan merumuskan sikap partai. Dan kami juga berharap dalam konteks legislatif di BK, agar proses dilakukan secara fair ini menyangkut kehormatan anggotanya di Fraksi Demokrat," jelas Janur.

Janur tidak membantah jika ada tembusan pengaduan yang disampaikan istri kedua HP dengan didampingi tiga orang pengacaranya, ke kantor DPC Partai Demokrat.

Selain menyerahkan surat pengaduan, Wiwit juga mengisahkan tentang kehidupan rumah tangganya.

"Setelah membaca pengaduan itu, kami langsung mengambil sikap dengan memanggil yang bersangkutan (HP) untuk mengklarifikasi. Meski secara singkat informasi dan fakta sudah kami dapat, tetapi detainya kami perlu mengkaji lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, HP yang berhasil dikonfirmasi, membenarkan bahwa Wiwit merupakan istri keduanya yang sudah di-firoq atau dicerai pada 19 Agustus 2021 lalu karena sudah tidak kecocokan. Keduanya menikah siri pada 2019.

Tetapi HP membantah jika dituduh menelantarkan anaknya tersebut. "Ini bisa dikonfirmasi dengan Kades Seletreng yang sudah mengantarkan semua kebutuhan anak saya pada minggu pertama," kata HP waktu itu.

Ia menjelaskan, pada pekan ia juga telah mengantarkan nafkah untuk anaknya melalui Kades Seletreng. "Saya tidak ada niatan untuk menelantarkannya dan saya bertanggung jawab bahwa itu memang itu anak saya," tegasnya.

HP juga menegaskan bahwa ini adalah masalah pribadi terkait pertanggungjawaban terhadap anaknya dan keluarganya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved