2 Anggota KKB Papua Lamek Taplo Apes Perahunya Rusak hingga Disergap TNI, Berikut Kronologinya

Dua anggota KKB Papua pimpinan Lamek Taplo mengalami nasib apes saat melintasi sungai dari arah Papua Nugini (PNG) menuju Mongham.

Facebook TPNPB
Ilustrasi KKB Papua. 2 Anggota KKB Papua Lamek Taplo Apes Perahunya Rusak hingga Disergap TNI. 

Anggota KKB Papua Menyerah

Sementara itu, anggota KKB Papua yang menyerah bertambah lagi pada Minggu (5/9/2021).

Aparat TNI menerima satu pucuk senjata api jenis M16 A1 dari seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok TPN-OPM yang sudah kembali ke NKRI di Koya Barat, Distrik Muaratami, Jayapura.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria dalam keterangan tertulis, Senin (6/9/2021), mengatakan penyerahan senjata api jenis M16 A1 oleh anggota KKB Papua di wilayah perbatasan kepada aparat TNI tersebut merupakan hasil dari pendekatan serta komunikasi sosial yang tepat.

"Sehingga masyarakat bisa sadar dan menyerahkan senjata api tersebut kepada pihak yang berwajib," tambah Kapendam, melansir dari ANTARA.

Kapendam juga mengungkapkan terimakasih atas kesadaran masyarakat yang telah menyerahkan senjata api tersebut kepada Aparat TNI di Kodam XVII/Cenderawasih.

"Mewakili Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih, saya mengucapkan terima kasih atas kesadaran diri dari masyarakat yang sudah menyerahkan senjata api kepada pihak yang berwenang dalam hal ini aparat TNI di Kodam XVII/Cenderawasih,"ujarnya.

Kapendam Kolonel Reza mengakui, dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, peran masyarakat sangat penting karena masyarakat mengetahui perkembangan situasi di lingkungannya.

"Kita berharap dan berdoa bersama semoga situasi di Papua akan semakin kondusif dan aman, apalagi sebentar lagi akan diselenggarakan PON XX," ujar Kapendam.

Sebelumnya, ada juga Thitus Murib Kwalik.

Panglima OPM yang telah menyerahkan diri kepada aparat TNI-Polri lantaran merasa ditipu oleh para pendahulunya.

Thitus mengungkapkan, saat ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menginduk kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengalami kesulitan mendapatkan pasokan logistik. 

Karena itu, panglima OPM Kodab III itu mengajak semua rekan-rekannya yang berada di dalam negeri maupun luar negeri untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berikut alasan Thitus Murib Kwalik menyerahkan diri dan meminta kepada rekan-rekannya supaya tidak tertipu oleh bujukan para pendahulunya. 

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved