Breaking News:

Level PPKM di Jawa - Bali Turun, KSI Lanjutkan Kirim Donasi Beras Al-Aqsa ke Kalimantan Timur

PT Kairos Sukses Indonesia (KSI) bersama beras Al Aqsa terus menyalurkan bantuan kepada nakes dan vaksinator yang berjuang mewujudkan herd immunity.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: pt ksi
Donasi beras Al Aqso untuk derah dengan level PPKM IV. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Kairos Sukses Indonesia (KSI) bersama beras Al Aqsa terus menyalurkan bantuan kepada nakes dan vaksinator yang berjuang mewujudkan herd immunity, khususnya di daerah PPKM level 4.

Kali ini kedua perusahaan tersebut dibantu penggiat media sosial memberikan bantuan 6.000 sak beras ke vaksinator maupun aparat penyintas Covid-19 serta masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang kini masih PPKM level IV.

Perwakilan PT KSI, Joy Sanjaya, di Surabaya, mengatakan, 6.000 sak beras Al Aqsa dengan berat 3 Kilogram tersebut, diserahkan PT KSI kepada Polresta Samarinda dan beberapa penggiat media sosial untuk dibagikan kepada aparat keamanan penyintas Covid-19, masyarakat hingga petugas vaksinator.

"Total kami berdonasi sekitar 6.000 pax beras, kenapa Samarinda jadi sasaran karena Samarinda merupakan daerah yang sangat padat dan berkembang saat ini," jelas Joy, Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut Joy, mengayakan, sejak adanya jalan tol di daerah tersebut, semakin ramai dan berdampak pada banyaknya warga yang terpapar Covid 19. Hingga ada pemberlakukan PPKM level IV.

PT KSI memilih wilayah PPKM level 4 dan 3 di Kaltim, karena di Pulau Jawa banyak melakukan bakti sosial serupa.

Sebelumnya pihaknya juga memberikan donasi sekitar 4 ton beras untuk warga Surabaya terdampak PPKM.

"Setelah Surabaya dan Samarinda target kami masih di kota Kalimantan, rencana di Banjarmasin dan Sampit," terang Joy.

Dengan baksos berdonasi beras, Joy berharap masyarakat di Kalimantan dapat terbantu kebutuhan dasarnya yakni ketersediaan beras.

"Karena beras adalah kebutuhan paling dasar dalam kehidupan kita, dimana PPKM sangat membuat masyarakat kehilangan pekerjaan karena banyak PHK," jelas Joy.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved