Breaking News:

Berita Lamongan

Kajian Koin Kuno di Lamongan, Diperkirakan dari Masa Dinasti Song Tiongkok Abad 10-12 Masehi

Warga Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, dihebohkan dengan penemuan uang kepeng kuno yang diduga tinggalan masa kerajaan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Temuan koin kuno di Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, dihebohkan dengan penemuan uang kepeng kuno yang diduga tinggalan masa kerajaan.

Warga bahkan beramai-ramai mendatangi lokasi penemuan sebelum akhirnya ditutup oleh Disparbud Lamongan dan pemerintah desa.

Temuan koin kuno tersebut membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus turun tangan. Pasalnya, banyak koin kuno itu yang dipindah tangankan alias dijual pada kolektor dari beberapa daerah.

Kini, sejarah koin kuno tersebut akhirnya terjawab.

Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan, Miftah Alamuddin mengungkapkan, Disparbud bergerak cepat usai mendapatkan sampel koin dan batu bata dari Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu

Dari hasil konsultasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, terungkap jika koin kuno tersebut diperkirakan berasal dari abad 10-12 Masehi.

"Kami bawa sampel koin dan batu bata dan kami konsultasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim mengenai temuan tersebut," kata Miftah Alamuddin saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, koin kuno berbentuk bundar dengan lubang di tengah tersebut diperkirakan dari masa Dinasti Song di Tiongkok abad 10-12 masehi.

Sedang batu bata berukuran besar yang juga ditemukan di sekitar lokasi penemuan koin, berusia tua dan identik dengan batu bata era kerajaan Majapahit.

"Koin temuan berasal dari Dinasti Song abad 10-12 M. Sedangkan batu bata identik dengan batu bata era Majapahit," ujarnya.

Namun diakui, pihaknya belum bisa menginterpretasikan lebih jauh temuan tersebut. Apakah lokasi ditemukannya koin kuno dan batu bata itu adalah bekas pemukiman atau rumah ibadah.

"Belum bisa diinterpretasikan lebih, karena masih minimnya data pendukung lainnya. Masih butuh kajian lebih lanjut," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved