Breaking News:

Berita Bangkalan

Aksi WD Jadi Kasus Terjun Maut Kedua di Suramadu, Ditemukan dengan Jari Masih Memakai Akik Ungu

Kasatpolair Polres Bangkalan, AKP Arief Djunaidi mengungkapkan, penyisiran di bawah Jembatan Suramadu membutuhkan waktu sekitar 4 jam

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Cincin akik kecubung tampak masih melingkar di jari tangan almarhum WD, yang diketahui terjun ke dasar Jembatan Suramadu, Senin (6/9/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Penemuan jasad WD (53), yang diduga terjun dari Jembatan Suramadu, Senin (6/9/2021) malam lalu, menguakkan beberapa fakta. Selain meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya, jasad korban ditemukan di bawah Suramadu dengan kedua tangan masih terkepal erat.

Selain itu di tangan kanan, masih ada cincin akik kecubung warna ungu melingkar di jari manisnya. Saat ditemukan, lelaki yang juga warga Perum Cendana, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan itu masih memakai jaket berwarna cokelat, arloji dengan tali berwarna cokelat di tangan kiri. Kedua tangan mengepal kuat.

Fakta lainnya, ini menjadi kali kedua kasus mengakhiri hidup secara sengaja, setelah seorang tukang antar daging juga melompat dari jembatan terpanjang di Indonesia, pada 2 Agustus 2021 lalu.

Satpolair Polres Bangkalan dibantu Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Ditpolair Polda Jatim membutuhkan waktu sekitar 4 jam, Selasa (7/9/2021), untuk menemukan jenazah korban yang juga anggota TNI AL dari Kesatuan RSAL dr Ramelan Surabaya itu.

Kasatpolair Polres Bangkalan, AKP Arief Djunaidi mengungkapkan, penyisiran di bawah Jembatan Suramadu membutuhkan waktu sekitar 4 jam, dimulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB.

“Jenazahnya ditemukan Tim Basarnas pada koordinat 7° 11' 68" LU 112° 46' 505" BT atau di titik yang diduga tidak jauh dari tempat korban melompat dari atas Jembatan Suramadu,” ungkap Arief ketika dihubungi SURYA.

WD diduga mengakhiri melompat dari Jembatan Suramadu, Senin (6/9/2021) 21.00 WIB. Itu setelah pelintas Jembatan Suramadu menemukan satu unit sepeda motor Honda Beat lengkap dengan helm berwarna biru langit, sepasang sepatu casual berwarna coklat, dan sejumlah kartu identitas Pelda Widodo.

Dugaan kuat bahwa lelaki kelahiran Kendal, Jawa Tengah itu nekat terjun dan Polres Bangkalan menerima laporan dari pihak keluarga pada pukul 23.WIB.

“Korban dievakuasi ke Pangkalan SAR Surabaya di Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian sesuai permintaan dari POMAL (Polisi Militer Angkatan Laut), korban juga melalui autopsi di RSAL dr Ramelan,” pungkas mantan Kasubbag Humas Polres Bangkalan itu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved