Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

7 Pondok Kurasi Jatim Bantu UMKM Lokal Rambah Pasar Ekspor

Lewat 7 titik Pondok Kurasi Pemprov Jatim, kini para pelaku UMKM dibantu untuk mengkurasi produknya agar mampu merambah pasar global melalui ekspor.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - UMKM di Jawa Timur terus didorong agar terus survive di tengah pandemi. Lewat 7 titik Pondok Kurasi yang dimiliki oleh Pemprov Jatim, kini para pelaku UMKM dibantu untuk mengkurasi produknya agar mampu merambah pasar global melalui ekspor.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (7/9/2021). Ia menyampaikan, bahwa kurasi serupa dengan asesor yang akan menilai kualitas hingga kuantitas dari produk UMKM lokal untuk bisa sukses dan diminati di pasar internasional.

“Kalau Pondok Kurasi itu di bawah Disperindag Jatim, saat ini sudah memiliki tujuh titik di Jatim, yang layanannya ini mengkurasi produk-produk UMKM kita agar layak dilempar ke pasar global. Oh kalau produk ini misalnya bisanya di ekspor di Timur Tengah misalnya, namun kualitasnya harus sampai sini dan seterusnya,” tegas Gubernur Khofifah.

Pondok Kurasi menargetkan digitalisasi ekonomi dan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk IKM/UKM. Salah satunya Pondok Kurasi Disperindag Jatim bertempat di UPT PSMB-LT Jember. Pondok itu menjadi infrastruktur yang dikhususkan untuk melakukan verifikasi melalui rangkaian seleksi administrasi dan produk, guna meningkatkan daya saing produk IKM. Pelaksanaan Kurasi dilakukan oleh Kurator yang kompeten.

Proses untuk bisa mengakses Pondok Kurasi ini dilakukan dengan seleksi kepengkapan administrasi, kemudian yang lolos akan diikutikan business meeting, kemudahan mengakses BBI, Misi Dagang, sertifikasi merk dan yang lain. Kemudian kurator menyeleksi dan akan mendapatkan pendampingan.

“Nah saat bisnis meeting kita pernah penjajakan dengan diaspora kita di Hongkong, yang ternyata suka makanan yang pedas dan produk seperti itu cenderung diminati di sana maka sampai sekarang alhamdulillah UMKM kita ada yang sudah tembus pasar di Hongkong,” tegasnya.

Belum lagi yang namanya produk lodho frozen. Yang juga digagas dari business meeting guna menemukenali apa kebutuhan dan potensi suplai yang bisa menjadi pasar bagi UMKM Jatim.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, bahwa pondok kurasi ini sejalan dengan Rumah Kurasi yang digagas oleh Bank Indonesia di Kediri.

“Kemudian Pondok Kurasi, Rumah Kurasi ini harapannya juga akan nyambung dengan Export Center yang diinisiasi Kemendag. Itu satu-satunya di Indonesia dan adanya di Surabaya. Hari hari ini Export Center juga akan ditambah dengan inisiasi dari bank Himbara nanti lokasinya juga di Surabaya,” tegas Khofifah.

Ditegaskan Khofifah, Rumah Kurasi yang letaknya di Kediri itu telah mampu mengkurasi 140 produk dalam sehari. Tiga lembaga itu baik Pondok Kurasi, Rumah Kurasi maupun export center akan menjadi ekosistem yang sehat dalam pengembangan UMKM dan IKM di Jatim. Karena selain konek dengan pemerintahan juga konek dengan sektor perbankan.

“Ekosistem ini yang penting untuk meng-adjust kualitas produk mereka agar laku dan dicarikan agar lakunya di mana di pasar dunia. Dan tentunya UMKM IKM ini terus kami beri perhatian karena mereka ini backbone PDRB di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved