Breaking News:

Berita Kediri

Wow! Petugas Lapas Kediri Sampai Kaget, Ada Sabu dan Ekstasi di Dalam Dubur Warga Binaan

Dari hasil pengawasan atas 13 warga binaan yang mengikuti asimilasi, ada dua yang disinyalir akan menyelundupkan barang

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Ario Galih Maduseno, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kediri memperlihatkan foto pelaku percobaan penyelundupan narkotika, Senin (6/9/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Percobaan penyelundupan narkotika digagalkan petugas keamanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, dengan cara yang tidak wajar. Petugas pun sampai terperangah, karena barang berupa sabu dan pil ekstasi ditemukan di dalam dubur seorang warga binaan lapas tersebut.

Tindak penyelundupan narkotika itu sebenarnya sudah diwaspadai petugas lapas, namun tidak sampai dengan cara menjijikan seperti itu. Dan dua pelaku penyelundupan merupakan warga binaan, yang sedang menjalani program asimilasi dan satu pelaku lainnya menjalani hukuman.

Sedangkan pelaku yang nekat memasukkan narkotika jenis sabu dan ekstasi di dalam duburnya adalah Parwanto, warga binaan yang sedang menjalani asimilasi.

Ario Galih Maduseno, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II A Kediri menjelaskan, barang terlarang yang ditemukan petugas diduga kristal sabu, pil ekstasi serta pil double L.

"Barang terlarang itu disimpan di dalam dubur. Setelah kita dapati kita laporkan kepada Kalapas dan berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota," jelas Galih kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Kasus ini terungkap setelah petugas melakukan pemantauan dengan kamera video dari jarak jauh di lokasi tempat asimilasi di lahan pertanian luar lapas di Kelurahan Pojok, Kota Kediri.

Sementara bungkusan ditemukan berada di dubur warga binaan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Bungkusan itu berisi kristal putih narkotika jenis sabu beserta plastik pembungkus seberat 3,86 gram. Kemudian pil psikotropika warna putih sebanyak 9 butir dan satu pil double L.

Dijelaskan Galih, dua warga binaan yang terlibat penyelundupan narkotika menjalani asimilasi dengan bekerja di lahan pertanian luar lapas, masing-masing Parwanto dan Sukarji. Sedangkan satu pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus percobaan penyelundupan narkotika adalah Rino.

Sebelumnya petugas mendapatkan informasi ada dua warga binaan yang diduga akan menyelundupkan barang terlarang ke dalam lapas. Selanjutnya petugas melakukan pengamanan dan bekerja sama dengan seksi kegiatan kerja untuk melakukan pengawasan.

Dari hasil pengawasan atas 13 warga binaan yang mengikuti asimilasi, ada dua yang disinyalir akan menyelundupkan barang terlarang ke dalam Lapas yaitu Parwanto dan Sukarji.

Selanjutnya staf kegiatan kerja mengintai gerak-gerik Parwanto dan Sukarji menggunakan kamera video jarak jauh. Dari pengintaian video itu, diduga keduanya bekerja sama menyimpan barang mencurigakan yang diduga narkoba.

Petugas sempat terkecoh karena saat digeledah tidak ditemukan barang bukti. Namun lewat penggeledahan lebih intensif, petugas terkaget karena menemukan sabu-sabu dan pil ekstasi disimpan di dalam dubur salah satu pelaku. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved