Breaking News:

Berita Surabaya

Kisah Seorang Anak di Surabaya yang Terpaksa Hidup di Panti Asuhan

Warga Surabaya yang tinggal di Bogor mengaku terlunta mencari keberadaan putranya, YMS

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
ilustrasi Kompas.com
ilustrasi 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Samuel Tofan (39) warga Surabaya yang tinggal di Bogor mengaku terlunta mencari keberadaan putranya, YMS

Samuel bercerita, sang putra dibawa oleh ibunya, SS setelah terlibat cekcok dengan Samuel pada November 2020.

Kemudian sang istri membawa anaknya kabur dari rumah di Tangerang. Samuel mulai mencoba mencari tahu keberadaan istri dan anaknya.

Pada Januari 2021, ia mendapat kabar jika putranya tengah bersekolah online di salah satu sekolah dasar di Surabaya.

Berdasarkan informasi itulah, Samuel kemudian datang ke Surabaya untuk memastikan keberadaan anaknya.

"Kan ada grup sekolah, saya berkoordinasi dengan wali kelas di sana, saya juga tidak ingin anak saya tidak sekolah. Meskipun online, saya pastikan bayar SPP dan bukunya agar anak saya tidak putus sekolah," imbuhnya.

Setelah mendapat kabar tersebut, sambil mencari tahu alamat tempat tinggal anak dan istrinya yang pas, Samuel dikagetkan kabar bahwa anaknya tinggal di Panti Asuhan di Surabaya.

"Saya langsung telepon nomor panti asuhan, saat saya tanya anak saya, katanya tidak ada. Kalau mau tanya-tanya saya disuruh hubungi yang namanya pak Sugiarto," ungkap Samuel.

Tak menyerah, Samuel kemudian menelepon orang yang direkomendasikan panti asuhan untuk dihubunginya.

"Saya telepon beliau, saya jelaskan saya bapaknya. Ternyata benar anak saya di Panti Asuhan. Tapi mereka bersikeras anak saya harus tetap di panti asuhan. Alasannya karena beliau malu, anak saya kan baru masuk panti asuhan, tidak boleh keluar," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved