Breaking News:

Pemprov Jatim

Jelang Susenas, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah di Jatim Segera Cairkan BLT-DD dan Bansos

Gubernur Khofifah meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk mempercepat pencairan BLT Dana Desa (BLT-DD) dan juga bantuan sosial (Bansos)

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk mempercepat pencairan BLT Dana Desa (BLT-DD) dan juga bantuan sosial (Bansos). Hal itu ia sampaikan dalam forum koordinasi bersama para kepala daerah.

Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa pencairan program dan dana intervensi bisa disegerakan untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat tak mampu di tengah pandemi covid-19.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bahwa dalam bulan ini sekitar pekan ketiga bulan September, BPS akan turun guna melakukan pendataan untuk survei kondisi kemiskinan di Jawa Timur. BPS akan memotret kondisi riil masyarakat Jatim dalam program Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

“Harusnya per hari ini BPS sudah akan turun Susenas. Hasil Susenas ini akan meng-update terkait tingkat kemiskinan di masing masing daerah. Tapi karena ada kendala, maka BPS kemungkinan maka akan mulai turun pada 21 September hingga 16 Oktober 2021,” kata Khofifah, Senin (6/9/2021).

Dalam list pertanyaan survei Susenas itu, beberapa yang akan ditanyakan di antaranya adalah seputar bagaimana kondisi keluarga, sampai pertanyaan detail sekeluarga tersebut mengkonsumsi apa untuk makanan kesehariannya dalam waktu sepekan terakhir.

Oleh sebab itu, Khofifah memesankan pada para kepala daerah agar segera mempercepat pencairan BLT Dana Desa maupun program bansos yang lain. Sehingga bisa menjadi intervensi pemenuhan kebutuhan masyarakat pada minggu-minggu ini.

“Biasanya dalam pertanyaaan survei itu memang ditanyakan seminggu terakhir ibu bapak makan apa. Jadi pertanyaannya detail dan jangkanya sangat pendek. Maka, saya pesan, mohon dicek BLT Dana Desa cair. September ini pastikan cair,” tegas Khofifah.

Berdasarkan data serapan penyaluran dana desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) per Juni 2021 mencapai 40,96 persen dari total anggaran dalam setahun sebesar Rp7,659 triliun. Dana tersebut disalurkan ke 7.724 desa yang ada di Jatim.

Penerima manfaat BLT Dana Desa meliputi, keluarga miskin yang berdomisili di desa setempat, tidak termasuk penerima bantuan PKH, Kartu prakerja, Bansos Tunai, dan Program Bantuan Sosial Pemerintah lainnya.

Oleh karena itu, masih dalam rangka jelang pendataan susenas, Khofifah meminta kepala daerah juga turut mengawal pencairan dana bansos yang lain.

“Tolong bisa jadi catatan kita bersama, selain BLT Dana Desa, pastikan seluruh bansos September ini cair,” tegas Khofifah.

Mengentaskan kemiskinan adalah program prioritas Pemprov Jawa Timur. Yang pada rilis BPS semester 1 tahun 2021, penurunan kemiskinan Jatim cukup signifikan. Dari data yang dirilis pada 21 Juli 2021, tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di Jatim menunjukkan angka yang paling tipis dibandingkan provinsi besar lain di Jatim.

Bahkan menurut Khofifah, jika diberikan bantalan sosial sedikit saja, maka akan mendekatkan masyarakat yang ada di bawah kemiskinan terangkat statusnya hingga mendekati batas kemiskinan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved