Breaking News:

Berita Mojokerto

Diganggu Penyegelan Paksa Oleh Satpol PP, Pengunjung Resto di Kota Mojokerto ini Berhamburan Pergi

pengunjung restoran berhamburan pergi setelah petugas memasang stiker penyegelan yang bertuliskan "Tempat Ini Ditutup Karena Tidak Berizin'.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Belasan petugas Satpol PP Kota Mojokerto menyegel restoran Steak And Bowl KQ5 Bintang 5 di Jalan Majapahit, Kecamatan Kranggan,Senin (6/9/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menyegel rumah makan Steak And Bowl KQ5 Bintang 5 di Jalan Majapahit, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (6/9/2021). Resto yang khusus menyajikan menu steak itu terpaksa ditutup padahal baru buka beberapa hari terakhir.

Penutupan resto itu dilakukann lantaran pemiliknya nekat beroperasi meski belum mengantongi izin tertulis dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto.

Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto, Mulyono mengatakan, pihaknya sudah melayangkan empat kali surat peringatan agar pemilik rumah makan itu merampungkan izin usaha sebelum membuka restorannya.

"Kami sudah mengirim surat peringatan empat kali dan melakukan monitoring. Ada aktivitas disana dan pemiliknya belum bisa menunjukkan izin usaha," ungkap Mulyono, Senin (6/9).

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto tetap bersikukuh menutup paksa restoran ini meskipun masih banyak pengunjung yang sedang makan di sana. Pihaknya juga memasang barrier besi dan garis Satpol PP Line persis di depan pintu masuk rumah makan itu.

Beberapa pengunjung restoran berhamburan pergi setelah petugas memasang stiker penyegelan yang bertuliskan "Tempat Ini Ditutup Karena Tidak Berizin'.

Tampak seorang pria paruh baya Owner Steak And Bowl keluar dari mobil Innova menghampiri petugas Satpol PP. Ia berupaya berkomunikasi dengan petugas terkait restorannya masih dalam proses perizinan.

"Informasi dari yang bersangkutan, izin masih dalam proses dan meskipun izinnya sudah lengkap namun kalau SLO-nya belum diterima, maka belum diperbolehkan untuk beroperasi," kilah Mulyono.

Mulyono menyebut, mayoritas alasan pemilik rumah makan yang nekat beroperasi meski belum mengantongi izin lantaran mereka menganggap sudah diperbolehkan berjualan sembari menunggu proses perizinan.

"Masyarakat umumnya menjalankan usaha-usaha seperti itu, karena selain melakukan pembangunan dan aktivitas, mereka juga menunggu izin menyusul," terangnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved