Breaking News:

Berita Malang Raya

Di Kabupaten Malang, Harga Cabai Rawit Turun Menjadi Rp 22 Ribu Per Kilogram

Penurunan harga paling signifikan di Kabupaten Malang menerjang komoditi cabai rawit.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Foto Ilustrasi cabai rawit 

SURYA.CO.ID, MALANG - Harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan tren penurunan karena produktivitas lebih tinggi daripada permintaan.

"Melihat keadaan yang stabil seperti ini, kita dapat melihat karena supply dan demandnya seimbang, begitulah hukum pasar," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto, Minggu (5/9/2021).

Kata Agung, beberapa bahan pokok di pasaran yang menunjukkan penurunan cukup banyak.

"Contohnya daging sapi turun sebesar 0,3 persen yaitu dari Rp 109.762 menjadi Rp 109.429, telur turun 0,9 persen dari Rp 21.214 menjadi Rp 21.024, cabe merah besar turun 4,07 persen dari Rp 18.714 menjadi Rp 17.952 per kg, bawang merah, tepung dan tomat juga mengalami penurunan yang tak terlalu signifikan"

"Lalu yang naik itu ada gula pasir diharga Rp 12.071, minyak goreng ada kenaikan sebesar 2,48 persen yaitu dari harga Rp 14.405 menjadi Rp 14.762," jelas Agung.

Penurunan harga paling signifikan di Kabupaten Malang menerjang komoditi cabai rawit.

Harga cabai rawit turun hingga 59,56 persen dari yang semula Rp 54.762 menjadi Rp 22.143.

Menurut Agung, turunnya harga cabai rawit karena saat ini sedang musim panen cabai.

"Tidak ada pergerakan harga yang mencolok saat ini masih stabil, hanya cabe rawit yang harganya sangat turun yakni sebesar 59,56 persen sebab dalam musim panen kan melimpah jumlahnya, dari harga Rp 54.762 sekarang menjadi Rp 22.143," terang pria berkacamata ini.

Agung juga mengamati beberapa hasil produksi bahan pangan Kabupaten Malang secara konsisten juga dijual ke daerah lain.

"Beras kami kirim keluar daerah akan tetapi ada yang masuk ke wilayah kita juga eperti telur dari Blitar dan Bawang dari Pasuruan, sedangkan Kacang Kedelai lebih dominan punya impor," tutup Agung.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved