Breaking News:

Berita Bangkalan

Cerianya Atmosfer Bersekolah Perdana, Siswa SD di Bangkalan Senang Bertemu Teman dan Guru

menanyakan perasaan para siswa di hari pertama PTM setelah beberapa bulan belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyapa beberapa siswa kelas 2A di SD Negeri 1 Kemayoran saat hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Tahap Pertama (PTM), Senin (6/9/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kondusif dan diselimuti atmosfer penuh semangat. Itulah yang dirasakan saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana di sekolah-sekolah di Bangkalan, Senin (6/9/2021).

Karena diliputi kerinduan bertemu teman-teman dan para guru, para siswa di SDN Negeri 1 Kemayoran sangat antusias belajar. Bahkan mereka tidak canggung saat berdialog dengan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) yang sengaja datang ke kelasnya.

Ra Latif datang bersama Wakil Bupati, Drs Mohni, MM, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika untuk memantau hari pertama PTM di SD Negeri 1 Kemayoran, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1 Bangkalan.

Setiba di halaman SD Negeri favorit di Jalan Teuku Umar Bangkalan itu, rombongan melalui pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan hingga penyemprotan cairan disinfektan.

Ra Latif bergegas masuk kelas 2A yang tengah melangsungkan kegiatan PTM. Di hadapan sekitar 18 siswa, ia menanyakan perasaan para siswa di hari pertama PTM setelah beberapa bulan belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

“Senaaaang, bisa bertemu ibu guru dan teman-teman,” jawab para siswa dengan suara nyaring dan kompak.

Guru Kelas 2A SD Negeri 1 Kemayoran, Badriyah merasakan betul semangat para siswa di hari pertama PTM dengan materi pembelajaran tema, sesuai jadwal mata pelajaran yang sebelumnya sudah diberikan kepada wali murid.

“Semangatnya luar biasa, mereka ingin cepat belajar terus. Hari ini kami beri tugas, Rabu dikumpulkan karena besok, Selasa mereka libur. Kelas kami bagi dua kelompok karena memang ketentuannya 50 persen dari total kapasitas jumlah siswa di kelas,” singkat Badriyah kepada SURYA.

Pembelajaran langsung itu tidak sekadar melepas kerinduan untuk belajar bersama kembali. Tetapi juga memulai kembali pentingnya pendidikan kharakter, kebersamaan dan sosialisasi yang tidak bisa ditemukan lewat pembelajaran daring.

Bupati Ra Latif menyatakan, kehadirannya tidak lepas sebagai upaya monitoring sekaligus memastikan pelaksanaan PTM berjalan dengan baik. Sehingga anak-anak didik tetap semangat belajar walaupun di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19 .

Ia pun berharap agar anak-anak generasi penerus kembali melalui kewajibannya belajar dengan lancar setelah sekian lama tidak bersekolah langsung akibat pandemi.

“Kami berharap mereka kelak menjadi generasi cerdas berprestasi dan menjadi generasi emas di masa mendatang,” ujar Ra Latif. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved