Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

BKKBN Anugerahkan Penghargaan Manggala Karya Kencana untuk Gubernur Khofifah

BKKBN RI memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana 2021 kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana 2021 kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (6/9/2021). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana 2021 kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Penghargaan Manggala Karya Kencana tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo kepada Gubernur Khofifah di Kantor BKKBN di Jakarta, Senin (6/9/2021) pagi.

Penghargaan berupa piagam dan lencana yang diserahkan langsung pada Khofifah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala BKKBN RI Nomor 71/KEP/G2/2021 tertanggal 25 Juni 2021.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengatakan, raihan penghargaan ini diberikan pada Gubernur Jatim setelah melalui proses penilaian oleh pada tim penilai yang objektif saat memperingati Hari Keluarga Nasional 2021.

"Penghargaan ini didasarkan penilaian yang objektif karena memang angka di Jatim sangat konsisten, kami melihat total fertility rate sekarang 1,96 ini luar biasa. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar kemudian problem yang tentunya bervariasi, tidak mudah mengendalikan stabil dalam pertambahan penduduk. Itu yang kami perhatikan,” tegas Hasto dalam wawancara dengan media.

Hasto menambahkan, prestasi Gubernur Jatim untuk menjaga jumlah penduduk dengan fertility rate yang stabil sangatlah tidak mudah. Utamanya, ada wilayah-wilayah tertentu yang bisa terjaga, salah satu contohnya ialah Kabupaten Pamekasan, Madura dengan angka fertility rate tidak lebih dari 2,1.

Tidak hanya itu, Hasto juga mengatakan, Jawa Timur khususnya Gubernur Khofifah sangat konsen dalam memperhatikan penurunan pernikahan usia anak. Mencegah pernikahan dini mencegah banyak timbulnya masalah baru. Misalnya yang utama adalah pencegahan stunting.

Pasalnya dengan tidak menikah usia dini, maka stunting dapat dicegah, angka kematian bayi dan angka kematian ibu juga bisa ditekan. Dan gerakan aktif Khofifah dan menurunkan pernikahan dini diakui Hasto harus diacungi jempol.

“Kalau kita bicara tentang stunting maka faktor yang berpengaruh ada banyak. Sekitar 70 persen dipengaruhi oleh lingkungan, juga pendidikan yang membuat adanya pernikahan dini usia hingga kesehatan dan juga nutrisi,” tegasnya.

Secara khusus Hasto menyampaikan terima kasih kepada Khofifah yang juga telah memberikan komitmen mengeluarkan Surat Edaran yang diterbitkan untuk pencegahan perkawinan dini, ini sangat penting bagi BKKBN. Karena dengan indikator tertentu bisa menurunkan angka usia perkawinan dikisaran 15-19 tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved