Breaking News:

Berita Entertainment

4 Update Boikot Saipul Jamil dari TV dan Youtube, KPI Minta Hentikan Glorifikasi, Arist: Matikan TV

Hingga Senin (6/9/2021) siang, telah ada 395.401 orang yang menandatangani petisi boikot Saipul Jamil, mantan narapidana tampil di televisi nasional

Editor: Musahadah
Wartakotalive/Arie Puji
Penyambutan Saipul Jamil saat bebas dari penjara, Kamis (2/9/2021) berbuntut panjang. Kini ramai petisi boikot Saipul Jamil dari TV dan Youtube. Berikut fakta terbaru. 

SURYA.CO.ID - Aksi pemboikotan Saipul Jamil dari televisi dan youtube semakin gencar. 

Hingga Senin (6/9/2021) siang, telah ada 395.401 orang yang menandatangani petisi boikot Saipul Jamil, mantan narapidana tampil di televisi nasional dan youtube yang dibuat di change.org. 

Mereka menolak, Syaipul Jamil yang telah menjalani pidana penjara 5 tahun atas kasus kekerasan seksual dan gratifikasi ini diberikan panggung lagi di dunia hiburan tanah air.  

Kalangan hukum, akademisi, politisi, artis, aktivis anak hingga instansi terkait pun bersuara terkait hal ini. 

Berikut fakta-fakta pemboikotan Saipul Jamil: 

Baca juga: Pakar Hukum Nilai Saipul Jamil Kurang Pantas Terima Sambutan Usai Bebas, Sebut Soal Masa Depan Anak

1. KPI minta TV hentikan glorifikasi Saipul Jamil 

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio meminta stasiun televisi menghentikan eksistensinya Saipul Jamil.

"Terkait pembebasan Saiful Jamil dan kami meminta kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak melakukan amplifikasi dan glorifikasi (membesar-besarkan dengan mengulang dan membuat kesan merayakan) terhadap peristiwa dan yang bersangkutan," kata Agung Suprio lewat pesan resminya kepada awak media, Senin (6/9/2021).

Agung menambahkan, agar tidak terulang di kemudian hari, KPI berharap stasiun televisi tidak memasukan muatan-muatan terkait penyimpangan seksual, narkoba, prostitusi, dan lainnya di lingkungan artis, khususnya Saipul Jamil.

"Kami meminta, apa yang dialami oleh artis atau publik figur bisa disampaikan secara berhati-hati dan diorientasikan kepada edukasi publik," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved