Breaking News:

Berita Gresik

Sempat Sesak Nafas dan Negatif Covid-19, Penghuni Rutan Gresik Meninggal di RS

Berdasarkan data yang dihimpun, warga binaan kasus pencurian itu didiagnosa Dispepsia, AKCD, Hiperkalemia, Transaminitis.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Rutan Kelas II B Gresik membawa seorang warga binaan ke rumah sakit karena keluhan sesak nafas. 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Imron Adi, warga binaan Rutan Kelas II B Gresik menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Ibnu Sina. Penyebabnya, karena menderita muntah dan sesak nafas sejak Selasa (31/8/2021).

Pria berusia 38 tahun itu meninggal di RS setelah empat hari dirawat di RS Ibnu Sina. Menurut Karutan Gresik, Aris Sakuriyadi, Imron sudah mengeluh sakit sejak Selasa (31/8/2021).

Aris menuturkan bahwa saat itu Imron mengeluh muntah dan sesak. Sempat berobat dan dirawat di Poliklinik Rutan Gresik. "Hari Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 12.40 WIB, yang bersangkutan kami rujuk ke RS Ibnu Sina,” ujar Aris.

Berdasarkan data yang dihimpun, warga binaan kasus pencurian itu didiagnosa Dispepsia, AKCD, Hiperkalemia, Transaminitis.

Sesampainya di RS Ibnu Sina, tim nakes melakukan pemeriksaan dan observasi di IGD. Imron sempat menjalani swab dan hasilnya negatif.

Malam harinya, Imron dipindahkan ke Ruang Edelweis III. Namun setelah empat hari dirawat, pada Sabtu (4/9) pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia. “Kami mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” tutur Aris.

Pihak rutan lalu melakukan serah terima dengan pihak keluarga. Jenazah juga sudah dikebumikan. "Pihak keluarga ikut mendapingi dan menunggu WBP selama dirawat di RS Ibnu Sina," jelasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved