Breaking News:

Berita Surabaya

Smatag Surabaya Mulai PTM Pertengahan September, 60 Persen Orang Tua Sudah Setuju

Semua sekolah di Surabaya siap melakukan PTM terbatas dikarenakan adanya beberapa keluhan dari wali murid atau guru saat melakukan pembelajaran daring

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
SMA 17 Agustus 1945 (Smatag) Surabaya melakukan vaksinasi dosis pertama kepada ratusan siswa, Sabtu (4/9/2021). 

"Kalau dijumlah seharinya tidak sampai 100 orang, untuk durasi waktu belajarnya hanya 4 jam, langsung pulang," terang Prehantoro.

"Sementara yang lain mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah," imbuhnya.

Dari hasil formulir persetujuan orang tua yang sudah dibagikan sebelumnya, terdapat 60 persen wali murid yang setuju anaknya melakukan PTM terbatas.

"Untuk 40 persen yang tidak setuju, kami tetap lakukan pembelajar daring. Nanti setelah 2 Minggu (seusai vaksin dosis ke-2) akan kami bagikan formulir lagi ke wali murid. Barangkali setelah vaksin orangtua mengizinkan anaknya melakukan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Satu di antara siswa yang mendapat jatah vaksin dosis pertama, Gracia Meyzahra mengaku senang akan segera melakukan PTM terbatas.

"Alhamdulillah bisa vaksin, perasaan saya seneng karena akan belajar ke sekolah, bisa ketemu teman. Kalau daring saya kurang bisa memahami materi pelajaran," ungkap siswi kelas X IPS 1 itu.

Pelaksanaan vaksin ini juga ditinjau langsung oleh anggota DPR RI, Bambang Dwi Hartono.

Bambang menyebut, vaksinasi Covid-19 untuk para siswa perlu dilakukan secara cepat dengan kerja sama segala pihak.

"Kami menerima kekhawatiran dari orang tua sehingga kami melakukan kerja sama dengan Pemprov Jatim untuk menyediakan vaksin. Sementara Pemkot Surabaya tenaga medisnya," ujarnya.

Terkait persiapan sekolah di Surabaya, Bambang berpendapat, bahwa semua sekolah siap melakukan PTM terbatas dikarenakan adanya beberapa keluhan dari wali murid atau guru saat melakukan pembelajaran daring.

"Terutama di level sekolah dasar, banyak orang tua yang kewalahan membantu anaknya dalam bersekolah daring, begitupun dengan gurunya yang harus lembur menyiapkan pembelajaran daring," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved