Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya dan Kejati Jatim Kerja Sama Selamatkan Aset Negara Senilai Rp 3 Miliar

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya berhasil menyelamatkan aset negara senilai Rp 3 miliar di Jalan Raya Kenjeran Nomor 254

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Muhammad Dofir menerima penghargaan dari Pemkot Surabaya yang diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Jumat (3/9/2021) kemarin. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dalam upaya penyelamatan aset negara. Kerja sama ini pun berbuah manis dengan diamankannya aset senilai Rp 3 miliar.

Aset yang berada di Jalan Raya Kenjeran Nomor 254 Surabaya ini seluas 194,82 meter persegi.

“Saya mewakili warga Kota Surabaya menyampaikan terima kasih banyak kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas kembalinya aset negara ini,” kata Wali Kota, Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (4/9/2021).

Cak Eri menceritakan, aset tersebut sebelumnya digunakan sebagai kantor pemerintahan, tepatnya sebagai kantor lingkungan Rangkah sejak tahun 1954 dan berubah menjadi kantor Kelurahan Rangkah sejak 1999.

Pada 2008, muncul sengketa akibat adanya ada oknum yang menguasai sisa bangunan kantor Kelurahan Rangkah itu. Sejak itu, pemkot melakukan berbagai upaya untuk merebut kembali aset tersebut.

Pada 23 Januari 2018, Pemkot Surabaya mengajukan permohonan bantuan non litigasi kepada Kejati Jawa Timur untuk pengamanan aset tanah dan bangunan tersebut.

“Kejati Jatim pun akhirnya memproses secara pidana. Kemudian, terbitlah Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Hingga akhirnya, tanggal 12 Agustus 2021 Pengadilan Negeri Surabaya melakukan eksekusi aset tersebut, sehingga aset ini berhasil kembali ke tangan pemkot,” kata Cak Eri.

Sebagai bentuk terima kasih, Pemkot Surabaya lantas memberikan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Muhammad Dofir beserta jajarannya di kantor Kejati Jatim pada Jumat (3/9/2021) kemarin.

Rencananya, kerja sama lewat bantuan non litigasi akan terus dilanjutkan terhadap aset-aset lain.

“Kami masih akan mengirimkan surat permohonan non litigasi kepada Kejati Jatim,” katanya.

Rencananya, aset ini akan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan warga Kota Surabaya.
“Letaknya strategis, berada di pinggir jalan raya,” tegas Cak Eri.

Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Muhammad Dofir menjelaskan, bahwa penyelamatan aset negara menjadi perhatian pihaknya. Mengingat, hilangnya aset berimplikasi pada potensi kerugian negara.

“Untuk itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam hal ini sangat berkepentingan dan berupaya untuk mengembalikan aset negara. Ini dilakukan dalam bentuk wujud turut serta mendukung dan membangun bangsa dan negara,” kata Kajati Jatim.

”Sehingga, apabila kami menerima surat (permohonan bantuan) lagi untuk mengurus aset yang masih dikuasai pihak ketiga, kami siap untuk menyelesaikan,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved