Breaking News:

Berita Surabaya

Jelang Mutasi Jabatan, Pemkot Surabaya Gelar Asesmen untuk Sejumlah Eselon Mulai 6 September

Dalam menyeleksi para pejabat, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memiliki sejumlah kriteria yang harus dipenuhi para bawahannya. Yaitu

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri cahyadi memastikan Pemkot Surabaya segera melakukan mutasi sejumlah pejabat mulai September 2021. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya rencananya akan segera melakukan asesmen bagi sejumlah posisi setingkat eselon 4 hingga 2. Rencananya, asesmen akan mulai dilakukan pekan depan.

”Asesmen pegawai mulai dilakukan tanggal 6 (Senin, 6/9/2021). Semua pegawai yang eselon 4, 3, 2 akan mengikuti asesmen,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dikonfirmasi pada Sabtu (4/9/2021).

Asesmen menjadi ajang seleksi calon pejabat yang akan mengisi sejumlah posisi di lingkungan Pemkot Surabaya. Termasuk, untuk beberapa beberapa posisi yang saat ini tengah kosong.

Dalam menyeleksi para pejabat, Cak Eri memiliki sejumlah kriteria yang harus dipenuhi para bawahannya. Di antaranya, harus memiliki integritas, jiwa kepemimpinan (leadership) dan solutif.

Kemudian, mempunyai kecepatan dalam menyelesaikan masalah atau memiliki komitmen, dekat dengan rakyat (humble), dan memiliki loyalitas.

”Enam kriteria ini harus dimiliki oleh seorang pemimpin” kata Cak Eri.

”Humble, misalnya. Pemimpin yang pintar tapi nggak humble ya nggak dekat dengan masyarakat, maka nggak bisa jadi pemimpin. Pemimpin sebagai pelayan masyarakat ya harus dengan dengan rakyat,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Selain memiliki kriteria tersebut, Cak Eri juga akan menempatkan para pejabat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sehingga, para pejabat bisa bekerja dengan nyaman.

”Prinsipnya, the right man in the right place. Pejabat harus sesuai dengan hatinya. Terkadang, pejabat itu pintar tapi tidak cocok di dinas X, tapi lebih cocok di dinas y. Dari asesmen akan terlihat,” kata alumni Magister Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini.

Nantinya, asesmen akan melibatkan tim independen, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Proses berjalan transparan dengan berbasis kinerja.

”Kalau dalam satu tim ini ada 5 orang maka 3 di antaranya merupakan tim independen. Sisanya, dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” katanya.

”Sehingga, pejabat yang terpilih bukan karena pejabat itu dekat dengan saya, cidek karo walikotane, duduk ngono (dekat dengan Wali Kota, bukan begitu),” tegas pria yang pernah menjabat Kepala Cipta Karya dan Tata Ruang ini.

Para pejabat tersebut juga akan mengisi posisi dengan menyesuaikan susunan organisasi tata kerja (SOTK) yang baru. SOTK yang baru ini akan mulai dilakukan pada awal tahun depan.

”Sehingga, asesmen ini ditargetkan selesai sebelum Desember. Sebab, Januari tahun depan sudah harus kerja cepat,” katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved