Breaking News:

Berita Trenggalek

Sederhana dan Bijaksana, Mas Ipin Berbagi Kisah Soal Perayaan Hari Jadi Trenggalek di Tengah Pandemi

Pada puncak pelaksanaan hari jadi ke-827 yang digelar 31 Agustus 2021 lalu, Kabupaten Trenggalek mengubah beberapa model perayaan

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Istimewa/Tangkapan layar
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ketika berbicara dalam Webinar Nasional menyambut HUT Trenggalek ke-827, Jumat (3/9/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Sudah dua kali Kabupaten Trenggalek menggelar perayaan hari jadi di tengah pandemi Covid-19. Yakni pada 2020 untuk hari jadi ke-826 dan pada 2021 untuk hari jadi ke-827.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengaku sempat menerima masukan dari beberapa pihak agar perayaan hari jadi ditiadakan.

Namun pada akhirnya, pihaknya memilih untuk tetap menggelar perayaan, namun secara sederhana. Yakni dengan mengatur agar tak menimbulkan kerumunan dan taat protokol kesehatan.

Hal itu dilakukan agar tiap prosesi dalam hari jadi tetap bisa dimaknai secara bijaksana oleh seluruh warga Trenggalek.

"Misalnya mengapa pusaka dikirab? Kalau dari sisi mistis, ahli sejarah yang tahu. Tapi bagi saya, pusaka itu simbol. Pusaka Kabupaten Trenggalek sekarang adalah kepercayaan masyarakat. Mengirab pusaka bagian dari bagaimana transparasi dan kepercayaan masyarakat harus dijaga," kata Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, dalam webinar nasional memperingati HUT Trenggalek ke-827 yang disiarkan, Jumat (3/9/2021).

Pada puncak pelaksanaan hari jadi ke-827 yang digelar 31 Agustus 2021 lalu, Kabupaten Trenggalek mengubah beberapa model perayaan supaya lebih sederhana dan meminimalisir risiko kerumunan.

Salah satu contohnya, tradisi berebut tumpeng agung oleh masyarakat dihilangkan. Gantinya, tiap Aparatur Sipil Negara (ASN) membagikan paket sembako kepada warga membutuhkan.

"Sehingga tidak mengurangi esensi," kata dia.

Selain itu, Pemkab Trenggalek juga meluncurkan gerakan orang tua asuh bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Gerakan itu akan menjembatani para calon donatur dengan anak yatim piatu yang membutuhkan uluran tangan untuk kehidupan dan pendidikan mereka.

"Kami juga mendapat 30 ribu dosis dosis vaksinasi yang kami suntikan selama 2 hari. Menurut saya, ini kado paling indah. Karena tidak ada kado terindah di masa pandemi, kecuali kesehatan," ujar Mas Ipin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved