Breaking News:

Berita Gresik

Pertama di Indonesia, Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Soda Ash Berkapasitas 300 Ribu Ton Per Tahun

Nota kesepahaman ini dalam rangka menjamin ekosistem bisnis rencana pembangunan Pabrik Soda Ash di Petrokimia Gresik.

Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Petrokimia Gresik
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih (kiri) menunjukkan MoU kerjasama dengan PT Garam (Persero) dan perusahaan multinasional Unilever Asia Pte. Ltd. untuk menyukseskan pembangunan Pabrik Soda Ash, Kamis (2/9/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota BUMN Pupuk Indonesia, bekerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman bersama PT Garam (Persero) dan perusahaan multinasional Unilever Asia Pte. Ltd. untuk menyukseskan pembangunan Pabrik Soda Ash atau Natrium Karbonat (Na2CO3), Kamis (2/9/2021).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara virtual di dua tempat oleh Direktur Operasi & Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih dan Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Ardianto, di Gresik, serta Inorganics Procurement Director Unilever Asia Pte. Ltd., Pratishtha Garg, di Pasir Panjang, Singapura.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, nota kesepahaman ini dalam rangka menjamin ekosistem bisnis rencana pembangunan Pabrik Soda Ash di Petrokimia Gresik.

Sehingga, Petrokimia Gresik akan membeli garam industri sebagai bahan baku Soda Ash serta bekerjasama dengan Unilever Asia sebagai offtaker yang akan menyerap produk Soda Ash.

“Kerja sama dengan PT Garam ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN untuk meningkatkan perputaran perekonomian nasional sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Dwi Satriyo.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo mengungkapkan, Pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton per tahun ini rencananya akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024 dan bakal menjadi yang pertama di Indonesia.

Karena itu, keberadaan pabrik ini sangat penting dan menjadi terobosan transformatif dalam mendukung kemajuan industri kimia nasional.

Seperti diketahui, Soda Ash merupakan bahan baku berbagai produk yang banyak kita temui sehari-hari, seperti sabun, deterjen, kertas, tekstil, keramik, gelas, kaca beserta turunannya dan lain sebagainya.

Untuk itu, kebutuhan Soda Ash di Indonesia sangat tinggi, namun saat ini suplainya 100 persen masih dipenuhi dari impor.

Baca juga: 690 Ibu Hamil di Kota Batu akan Divaksin Covid-19, Baru 50 yang Jalani Dosis Pertama

“Ini menjadi peluang besar, Soda Ash Petrokimia Gresik nantinya akan memenuhi kebutuhan pasar domestik dan tidak menutup kemungkinan juga dapat melayani kebutuhan pasar global," imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved