Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

Dampak PPKM Level 3 di Jawa Timur, Tingkat Okupansi Hotel Dan Restoran Naik 5 Persen

Sejumlah daerah di Jawa Timur yang menerapkan PPKM Level 3 ternyata berdampak positif bagi para pelaku hotel dan restoran.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Istimewa
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah daerah di Jawa Timur yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ternyata berdampak positif bagi para pelaku hotel dan restoran.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Wilayah Jawa Timur, Dwi Cahyono menuturkan, saat ini ada peningkatan jumlah okupansi walaupun jumlahnya tidak signifikan.

"Mencapai lima persen. Di samping itu tidak terlalu menonjol, karena masyarakat masih menunggu situasi dan kondisi terkini," ujarnya, Jumat (3/9/2021).

Kondisi tersebut mulai terasa sejak awal PPKM Level 3. Pada PPKM Level 4 tidak ada perubahan yang tampak. Meski jumlahnya masih bersifat kecil, saat ini kenaikannya mulai terasa. Sehingga para pelaku usaha menyambut dengan positif.

"Pastinya ini akan membaik karena resto yang ada di dalam hotel maupun di luar sudah boleh dibuka dengan aplikasi PeduliLindungi. Jadi sudah lumayan boleh menerima tamu," terangnya

"Hotel dan resto juga menerapkan scan QR code, ini sekarang lagi uji coba di Surabaya," imbuh Dwi.

Dengan perkembangan itu, Dwi berharap kalau bisa secepatnya lebih turun ke level 2 atau level 1. Kemudian semua fasilitas sarana dan prasarana pendukung destinasi pariwisata segera dibuka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Seperti sekarang mal juga sudah dibuka. Maka destinasi wisata bisa boleh dibuka dengan kapasitas yang sudah ditentukan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved