Korban Perundungan

Viral Curhat Pegawai KPI Pakaiannya Dilucuti dan Organ Dalam Dicorat-coret, Ini Tanggapan Komisioner

Viral curhat MS, seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menuliskan curhatannya di media sosial Twitter setelah lapor ke polisi tak digubris.

Editor: Iksan Fauzi
tangkapan layar
Viral curhat pegawai KPI pusat yang mengaku pakaiannya dilucuti dan organ vitalnya dicorat-coret oleh 5 orang. Curhat itu disampaikan melalui akun Twitter @mediterania. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Viral curhat MS, seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menuliskan curhatannya di media sosial Twitter setelah 2 kali lapor ke polisi tak digubris. 

MS mengunggah curhatannya itu di Twitter sejak 18 jam lalu. Hingga pukul 17.00 WIB, sudah ada 5,6 ribu akun menyukainya. 

Sebanyak 2,5 ribu akun mengomentari tulisan terduga korban pelecehan itu dan lebih dari 40 ribu akun me-tweet ulang.

MS menyebutkan, ada 5 pegawai KPI yang melakukan kekerasan terhadap dirinya. Mereka adalah RM, FP, RT, EO dan CL.

Pada Rabu (1/9/2021) malam, MS melaporkan kelima pegawai KPI itu ke Polres Jakarta Pusat.

"Yang dilaporkan pertama RN, MP, RT, dan EO dan ke lima CL," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (2/9/2021).

Yusri mengatakan, berdasarkan pengakuan MS, pelecehan terjadi di ruang kerja gedung KPI.

"MS melaporkan pada waktu itu dia sedang bekerja di ruang kerja tiba-tiba datang para terlapor sebanyak 5 orang. Kemudian melakukan hal hal tidak senonoh itu pengakuannya yang kemudian dilaporkan," kata Yusri.

Hingga kini, penyidik yang sudah menerima laporan MS sedang menyelidiki dugaan pelecehan seksual dengan memeriksa saksi-saksi.

"Sementara baru keterangan awal dari si pelapor. Nanti baru siapa lagi (diperiksa) nanti ke depan kita lihat, termasuk terkhirnya para terlapor. Ini masih penyelidikan," ucap Yusri.

Kerap mengalami perundungan

Sebelumnya, MS yang telah bekerja sebagai pegawai kontrak di KPI sejak 2011 mengaku kerap menerima tindakan perundungan, perbudakan hingga pelecehan seksual oleh teman-teman kantornya.

"Tahun 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencorat-coret buah zakar saya memakai spidol. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi," kata MS dalam keterangan tertulisnya yang viral.

MS menceritakan bahwa ia telah dua kali mencoba melapor ke Polsek Gambir. Akan tetapi, dua kali pula pengaduan MS tidak pernah diteruskan oleh polisi.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved