Berita Surabaya

Awal September Surabaya Sukses Masuk Zona Kuning, Cak Eri Targetkan Segera Zona Hijau

Surabaya sukses lepas dari zona oranye di awal September 2021. Memiliki indeks skor 2,41, Kota Pahlawan mulai masuk zona kuning.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Petugas sedang memberikan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Surabaya sukses lepas dari zona oranye di awal September 2021. Memiliki indeks skor 2,41, Kota Pahlawan mulai masuk zona kuning.

"Ada kabar baik, nilai kita naik 0,31 menjadi 2,41 sehingga menjadi zona kuning" kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kamis (2/9/2021).

Bagi Cak Eri, keberhasilan lepas dari zona oranye bukan semata karena kerja Pemkot Surabaya. Lebih dari itu, ini buah kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya sempat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pentahelix, Rabu (18/8/2021), membahas startegi Surabaya menuju zona kuning dalam waktu sebulan.

Dalam FGD ini, pemkot menghadirkan media, komunitas, stakeholder, akademisi serta berbagai elemen masyarakat.

Ternyata, pasca dua minggu forum diskusi itu digelar, kini Kota Surabaya berstatus zona kuning. Lebih cepat 2 pekan dari target.

Sekalipun demikian, pemkot masih memiliki pekerjaan untuk membuat Surabaya bebas dari Covid-19. Harapannya, Surabaya bisa menuju zona hijau.

"Karena tujuan kami cuma satu, warga Surabaya bahagia," kata Cak Eri.

Dengan penurunan angka kasus Covid-19, maka akan berdampak pada aspek ikutannya. Selain bidang kesehatan, sektor ekonomi diharapkan bisa kembali bergerak.

"Mulai hari ini kami harus kembali menggerakkan roda perekonomian, sehingga warga Surabaya bisa mencapai kebahagiaannya. Karena itulah zona hijau menjadi sasaran kami selanjutnya," tegasnya.

Cak Eri meyakini, semangat gotong-royong dan kebersamaan, maka Kota Surabaya bisa segera menuju ke zona hijau.

"Ayo bersama kita gerakan ekonomi, ayo kita bersama-sama membahagiakan warga Surabaya," pesannya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengungkapkan strategi menuju zona hijau bisa dilakukan dengan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes). Masyarakat menjalankan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan) sedangkan pemerintah memasifkan 3T (testing, tracing, dan treatment).

"Kita walaupun sudah zona kuning, tetap harus waspada, tetap jaga protokol kesehatan," kata Feny sapaan lekatnya.

Feny menjelaskan, salah satu indikator yang dapat dilakukan untuk menurunkan kasus Covid-19 adalah dengan memperbanyak testing dan tracing. Karena itu, pihaknya ingin agar tracing dan testing di Surabaya ke depan bisa lebih dimasifkan.

"Kami testing mencapai 4.500. Untuk yang tracing, kami telah mencapai 1:28 sekalipun target dari pusat (nasional) 1:15. Menurut saya adalah, setiap kontak erat harus tetap kami temukan di manapun," pungkasnya.

Di samping testing dan tracing, Pemkot Surabaya bersama instansi terkait juga terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi.

Data Dinkes Surabaya mencatat, vaksinasi dosis pertama di Surabaya telah mencapai 1.902.209 atau 85,76 persen dari target Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan vaksinasi dosis kedua, sudah mencapai 1.330.505 atau 59,98 persen dari target Jatim.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved