Pemprov Jatim

Tes SKD CPNS Pemprov Jatim mulai 14 September 2021, BKD Buka Pengaduan lewat WA, SMS, dan Email

Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK Pemprov Jatim dipastikan  berlangsung mulai 14 September 2021 bertahap hingga 6 Oktober 2021. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni yang akrab disapa Yuyun saat diwawancara pada Rabu (1/9/2021). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK Pemprov Jatim dipastikan  berlangsung mulai 14 September 2021 bertahap hingga 6 Oktober 2021. 

Jelang pelaksanaan SKD tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim menyiapkan sistem pengaduan guna mengantisipasi potensi penipuan dan pelanggaran dalam pelaksanaan CPNS.

Sistem pengaduan itu dibuka dalam beberapa kanal. Pertama adalah melalui aplikasi whatsapp, kemudian melalui SMS, dan bisa dilakukan dengan mengirimkan email.

Tidak hanya itu, pengaduan juga dapat disampaikan melalui nomor 081333115191 atau ke email bkdjatim@jatimprov.go.id. 

Kepala BKDJatim Indah Wahyuni mengatakan setiap proses seleksi CPNS dan PPPK ini dilaksanakan secara transparan dan tidak dipungut biaya. 

Oleh sebab itu, tidak ada pihak mana pun yang dapat menjanjikan peserta dapat lolos CPNS maupun PPPK. Apalagi dengan meminta imbalan tertentu.

"Jangan percaya kalau ada yang janji-janji bisa meloloskan CPNS. Karena berdasarkan pengalaman, pernah ada yang membawa satu rombongan untuk mengikuti tes CPNS di BKD. Padahal di kantor BKD tidak ada pelaksanaan tes CPNS," tutur Yuyun, Rabu (1/9/2021). 

Lebih jelasnya, SKD mendatang digelar berbasis Computer Asissted Test (CAT). Sehingga, soal yang dikeluarkan bersifat acak dan hasil nilainya keluar secara realtime dan siapapun bisa mengecek nilai peserta lainnya. 

"Ikuti saja informasi dan tahapan resminya. Kalau ada surat menggunakan kop BKD Jatim yang mencurigakan, segera laporkan. Karena penipuan mengatasnamakan BKD Jatim itu juga pernah terjadi," tutur dia.

Selain itu, karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, pelaksanaan SKD akan dilakukan dengan memperhatikan ketat protokol kesehatan. 

Sebelum tes, peserta wajib menunjukkan hasil tes swab PCR maksimal 2 x 24 jam atau swab antigen 1 x 24 jam. Selanjutnya, peserta juga wajib mengunakan masker 3 lapis dan dobel. 

Peserta SKD di wilayah Pulau Jawa, Madura dan Bali juga diwajibkan telah mengikuti vaksinasi minimal untuk dosis pertama. Ketentuan vaksinasi ini dikecualikan bagi ibu hamil, penyintas Covid-19, dan penderita penyakit tertentu (Komorbid) dengan menyertakan rekomendasi dokter.

Untuk lokasinya, tes SKD CPNS dan PPPK Pemprov Jatim akan digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan, Surabaya. Namun, tidak semua pelamar Pemprov Jatim akan mengikuti ujian di lokasi tersebut. 

Pelamar yang berasal dari provinsi lain akan mengikuti lokasi tes di lokasi terdekat. Totalnya, sebanyak 25.663 peserta akan mengijuti SKD di Graha Unesa Surabaya dengan rincian 24.529 peserta tes CPNS dan 1.034 peserta tes PPPK non guru. 

Sedangkan untuk peserta tes di luar provinsi sebanyak 4.350 orang dengan rincian 4.297 peserta CPNS dan 53 peserta tes PPPK non guru. 

Dari luar negeri, pelamar CPNS Pemprov Jatim juga akan mengikuti tes SKD sebanyak 6 orang. Rinciannya, 3 peserta di Riyadh, 1 peserta di Tokyo, 1 peserta di Kinibalu, dan 1 peserta di London.

"Para peserta silahkan mempersiapkan diri baik dalam menjawab soal-soal SKD maupun terkait ketentuan-ketentuan sebagia syarat mengikuti SKD. Seperti vaksin yang harus segera diurus mulai sekarang," tutur Yuyun yang juga Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Jatim tersebut.

Pemprov menyiapkan 400 unit komputer untuk sehari digunakan sebanyak 1.200 pesertas tes. Dan tes SKD juga dilakukan selama 100 menit untuk CPNS dan 130 menit untuk PPPK nonguru.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved