Breaking News:

Berita Tuban

Pencuri Borong 149 Unit Tablet Milik SMP di Tuban, Kasek Enggan Curigai Keterlibatan Orang Dalam

Sementara Jajuk menjelaskan bahwa ada 250 unit tablet yang disimpan di laborarotium sekolah itu, dan 149 unit di antaranya sudah dicuri.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sudarsono
SMPN 1 Semanding Tuban yang dibobol pencuri, Selasa (31/8/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Saat sedang bersemangatnya masa pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 ini, pencurian besar-besaran terjadi di SMPN 1 Semanding Tuban. Sebanyak 149 unit tablet untuk sarana belajar siswa, diketahui sudah hilang dari ruang laboratorium sekolah itu.

Peristiwa pencurian itu sebenarnya sudah diketahui seorang petugas bagian sarana dan prasarana (sapras) bernama Toni, Selasa (31/8/2021). Saat itu Toni masuk ke laborarotium dan merasa janggal saat melihat tumpukan doshbook tablet tidak tertata rapi.

Namun Toni tidak menindaklanjuti keheranannya itu, dan baru Selasa (31/8/2021), ia mencari tahu. Menurut Kapolsek Semanding, Iptu Carito, Toni bertanya kepada Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1, Jajuk Juriatmi untuk menanyakan siapa yang meminjam tablet.

Ternyata Jajuk mengatakan tidak ada yang meminjam tablet. Seketika pihak sekolah langsung mengkroscek kondisi tablet merk Samsung lalu menghitungnya. "Saat dihitung, diketahui ada 149 unit tablet yang hilang. Pihak sekolah pun segera melapor ke polsek," kata Carito, Rabu (1/9/2021).

Dijelaskan Carito, dari hasil penyelidikan sementara polisi, memang tidak ada barang-barang yang rusak, termasuk di pintu masuk laboratorium dan lemari penyimpanan tablet.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Disinggung rekaman CCTV, Carito menyebutkan berdasarkan informasi sementara, kamera pengintai itu masih rusak.

"Informasinya, kamera CCTV di sekolah itu rusak, jadi kasusnya masih kita kembangkan dengan memeriksa sejumlah saksi. Dan kerugian total Rp 296 juta," pungkasnya.

Sementara Jajuk menjelaskan bahwa ada 250 unit tablet yang disimpan di laborarotium sekolah itu, dan 149 unit di antaranya sudah dicuri. "Ada 149 tablet yang hilang, harga satuannya Rp 2 juta. Jadi kalau dikalikan hampir Rp 300 juta," kata Jajuk kepada wartawan di sekolah, Rabu (1/9/2021).

Ia menjelaskan, hilangnya ratusan tab yang digunakan sebagai media pembelajaran itu diketahui Selasa (31/8), sore. Saat itu ia mendapat kabar dari petugas sarpras bahwa ada doshbook tablet di ruang labolatorium yang acak-acakan.

Setelah dicek lokasi, tidak ada barang yang rusak, baik pintu maupun lemari tempat penyimpanan di laboratorium. Meski begitu, Jajuk tak mau menduga soal keterlibatan orang dalam karena ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Sudah saya laporkan ke polisi, untuk selanjutnya biar ditangani kepolisian," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid menyatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Ia berharap kasus segera ditangani dan dapat diketahui siapa pelaku pencurian.

Selain itu, tablet-tablet yang digondol maling bisa dikembalikan agar bisa dimanfaatkan oleh siswa-siswi. "Kami berharap pelakunya segera ditangkap dan tablet bisa dikembalikan untuk kegiatan belajar mengajar," harap Nur Khamid. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved