Breaking News:

DPRD Surabaya

Dewan Desak Pemkot Surabaya Percepatan Vaksinasi untuk Guru dan Siswa

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mendesak Pemkot agar dilakukan optimalisasi vaksinasi untuk semua warga Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
PERCEPATAN - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mendorong dilakukan percepatan vaksinasi untuk seluruh guru dan siswa di Surabaya. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah mendesak Pemkot agar dilakukan optimalisasi vaksinasi untuk semua warga Surabaya.

Dia juga mendorong agar dilakukan percepatan vaksinasi untuk semua guru dan siswa Surabaya. 

Baik guru di sekolah negeri maupun swasta. Apalagi saat ini hendak dimulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) serentak di sekolah jenjang SD dan SMP di Surabaya.

"Namun semua sangat ditentukan oleh ketersediaan dosis vaksin," kata Laila Mufidah, Rabu (1/9/2021).

Hingga saat ini belum semua guru di Surabaya mendapat kesempatan divaksin. Begitu juga siswa usia 12 tahun ke atas, belum semua divaksin. Padahal, ini menjadi salah satu ketentuan dalam pelaksanaan PTM. 

Tidak hanya untuk para guru dan siswa, warga Surabaya juga berhak untuk segera divaksin.

Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga menargetkan bulan ini sudah harus 70 persen warga kota ini divaksin agar tercapai herd immunity atau kekebalan komunal.

Laila menyebut bahwa kesempatan percepatan vaksinasi untuk semua warga bisa dilalui.

Apalagi saat ini ada layanan vaksin mobil keliling. Namun kemudahan layanan ini belum maksimal. Tidak semudah seperti rencana awal.

Saat pimpinan DPRD itu mengecek di lapangan, mobil vaksin keliling belum sepenuhnya konsisten.

Setiap kecamatan mendapat kuota yang dibagi rata setiap kelurahan. Namun kuota itu tidak bisa dipastikan sehari sebelumnya. 

"Kendalanya tetap pada ketersediaan dosis. Warga inginnya setiap hari. Tapi belum bisa demikian. Menunggu jatah dari provinsi. Saya mendorong ketersedian dosis ini harus dipenuhi," kata Laila. 

Dia berharap keberadaan vaksin mobil keliling bisa maksimal. Bisa menjangkau dan menyisir setiap kampung untuk memberi layanan vaksin. Selama ini harus ke kecamatan.

"Saya berharap nantinya tidak perlu harus ke kecamatan. Kasihan lansia, disabilitas, atau warga yang terkendala transportasi," kata Laila. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved