Virus Corona di Jatim

Tracing Covid-19 di Jatim Meningkat Pesat, kini telah 10 Orang untuk Setiap Kasus

Sesuai Inmendagri Nomor 38 tertanggal 30 Agustus 2021, PPKM Level 2 di Jatim tercatat 6 Kabupaten/Kota.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah memastikan dengan tracing yang masif, penyebaran kasus Covid-19 di Jatim dapat ditekan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tracing ratio Covid-19 di Jatim meningkat pesat. Jika sebelumnya tracing hanya 1,17 kini sudah menjadi 10,32 selama Agustus 2021.

Artinya, dari setiap satu kasus yang terdeteksi, 10 kontak erat sudah dilakukan isolasi maupun testing.

Capaian ini, bahkan juga berdampak signifikan terhadap penyebaran kasus di Jatim.

Sesuai Inmendagri Nomor 38 tanggal 30 Agustus 2021, PPKM Level 2 di Jatim tercatat 6 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang serta Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Sementara Level 3 tercatat  23 Kabupaten yaitu Kabupaten Kediri, Jombang, Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Lamongan, Jember, Gresik, Bojonegiro dan Bangkalan.

Sedangkan Level 4 saat ini di 9  daerah, 5 Kabupaten  yaitu kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Lumajang serta Blitar.

Sementara  4 Kota level 4  yaitu Kota Probolinggo, Madiun, Kediri dan Blitar.

"Alhamdulillah selama Agustus tracing ratio Jatim naik hingga 880 persen. Dengan tracing yang masif dan kenaikan ratio ini, penyebaran kasus Covid-19 di Jatim dapat ditekan."

"Selain itu zona merah sudah menurun menjadi 4 kota/kabupaten  sementara level 2 naik, level 3 naik dan level 4 turun," terang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (31/8/2021). 

Khofifah menyampaikan, peningkatan  tracing dan testing  sangat krusial mengingat kontak erat berperan besar dalam menciptakan klaster baru.

Untuk itu, menurutnya capaian ini merupakan prestasi besar dan menggembirakan dan harus terus dipertahankan. 

Apalagi, pencapaian ini merupakan berkat kolaborasi dan kerja keras Pemprov, Kodam V Brawijaya, Polda Jatim, Pemkab/Pemko, dan seluruh nakes di Jatim. 

"Tentunya pencapaian luar biasa ini berkat kolaborasi Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, Polda Jatim, Pemkab/Pemkot se Jatim, dan tenaga kesehatan."

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada semua elemen  yang telah berusaha keras mewujudkan hal ini," tutur Gubernur perempuan pertama Jatim itu. 

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, untuk mencapai tracing ratio sebesar ini  banyak pihak yang telah berperan aktif.

Di antaranya tim dari Kodam V Brawijaya  sampai Babinsa total sebanyak 8.473, tim dari Polda sampai  Bhabinkamtibmas Sebanyak 8.130 personil, serta tenaga kesehatan dari 968 Puskesmas di Jatim.

"Harapannya dengan peningkatan tracing ini kita bisa terus memutus penyebaran Covid-19. Dan penurunan angka zona merah ini harus terus kita pertahankan."

"Untuk itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan nakes dan penegak keamanan saja, tapi juga harus taat dan disiplin dalam prokes," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved