Pemerintah Kota Madiun Hadir Bantu Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 

‘’Kami punya Perwal yang mengatur santunan anak yatim, piatu, dan yatim piatu sampai anak-anak yang tidak mampu," kata Maidi

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Rahadian Bagus
Rahadian Bagus
wali Kota Madiun, Maidi, serahkan bantuan kepada anak yatim korban Covid-19 

SURYA.co.id|MADIUN - Kedua mata Siti Umriyani (36) tampak berkaca-kaca saat menemui Wali Kota Madiun, Maidi, yang  berkunjung ke rumahnya, Jumat (6/8/2021) pagi. Orang nomor satu di Kota Madiun ini sengaja datang untuk menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang santunan.

"Saya mengucapkan terimakasih atas bantuannya, saya bangga punya walikota seperti Pak Maidi," kata Siti sambil mengusap air matanya, saat ditemui di rumahnya, Jalan Maskumambang, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

Ibu dua anak ini, baru saja kehilangan suaminya, bernama Janarko (42). Saat masih hidup, sehari-hari suaminya berprofesi sebagai sopir mobil rongsok.

Namun, ia tak menyangka, suaminya meninggal pada Minggu (25/7/2021) karena terpapar Covid-19. Padahal, selama ini suaminya yang menjadi tulang punggung, mencari penghasilan untuk menghidupi keluarga. 

Selain menjadi ibu rumah tangga, Siti juga ikut membantu mencari tambahan penghasilan bagi keluarga dengan membuka warung kopi tak jauh dari rumahnya. Namun, karena pandemi Covid-19, pendapatan yang ia peroleh tak seberapa. 

Kini, sepeninggal suaminya, Siti mengaku bingung karena masih memiliki tanggungan hutang sekitar Rp 13 juta. Apalagi, dua anaknya, Muhammad Rifki Adnan (17) dan Muhammad Zulfikri Adnan (14) juga masih duduk di bangku sekolah.

Namun, ia mengaku sedikit lega, karena Pemkot Madiun, memiliki program santunan bagi anak yatim dan yatim piatu korban Covid-19. Dengan adanya program tersebut, biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah anaknya ditanggung Pemkot Madiun, sehingga bebannya menjadi berkurang. 

Ditemui usai memberikan bantuan kepada anak yatim dan yatim piatu korban Covid-19, Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bantuan tidak sekadar sembako dan santunan, namun Pemkot Madiun juga akan menyiapkan anggaran pendidikan dan pekerjaan. 

‘’Hari ini kami cek anak yatim dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Kami beri bantuan dan santunan. Yang saat ini tengah kuliah, tidak boleh putus. Perwalinya sedang kita ubah agar mereka yang kuliah ini bisa kita biayai sampai lulus,’’ kata Maidi. 

Pemerintah Kota Madiun menyiapkan anggaran Rp 9 juta dalam setahun untuk membantu biaya perkuliahan. Sedang, yang masih SD dan SMP akan dipantau untuk memastikan kebutuhannya terpenuhi, karena biaya untuk SD dan SMP selama ini sudah gratis. 

‘’Kami punya Perwal yang mengatur santunan anak yatim, piatu, dan yatim piatu sampai anak-anak yang tidak mampu. Perwal ini kami sempurnakan agar bisa mengcover pendidikan anak yatim-piatu, khususnya korban Covid-19. Prinsipnya mereka tidak boleh putus sekolah,’’ tegasnya. 

Selain pendidikan, wali kota juga menawarkan pekerjaan bagi mereka yang sudah lulus tingkat SMA maupun kuliah. Untuk diketahui,  sebelumnya Pemkot Madiun telah merekrut sekitar 46 anak yatim dan yatim piatu untuk dipekerjakan di pemerintahan. 

‘’Mereka yang sudah lulus SMA dan tidak melanjutkan, kami tawari pekerjaan. Setiap tahun kana ada ratusan yang pensiun dan belum ada penggantinya. Ya biar diisi anak-anak seperti ini lah,’’ ujar Maidi. 

Maidi menambahkan, data terakhir yang ia terima, saat ini ada 166 anak yatim, piatu, dan yatim piatu korban Covid-19. Ia tidak ingin, anak yatim piatu korban Covid-19 menjadi masalah di kemudian hari.   

Dirinya tidak ingin, anak-anak yatim piatu menjadi putus sekolah dan mengakibatkan munculnya kemiskinan dan pengangguran. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Madiun hadir untuk menanggulangi masalah tersebut.

"Kemiskinan dan pengangguran tanggungjawab pemerintah, makanya kita harus hadir. Jadi jangan sampai ada pengangguran dan kemiskinan. Ini harus segera kita entaskan, kalau tidak segera kita hadir, ke sananya akan semakin tinggi (angka pengangguran dan kemiskinan)," ujarnya. (rbp)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved