Breaking News:
Grahadi

Berita Lamongan

Lamongan Sudah Masuk Zona Kuning, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat 91,78 Persen

Kini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lamongan mulai mereda, sudah tidak ada lagi wilayah zona merah maupun oranye.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Istimewa/Pemkab Lamongan
Peta Zonasi Covid-19 di Kabupaten Lamongan per 29 Agustus 2021 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 6 September 2021, dampak keputusan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat.

Namun, Lamongan kini bisa tersenyum, karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mulai mereda. Sudah tidak ada lagi zona merah maupun oranye.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Lamongan, Yuhronur Efendi, dari 27 kecamatan di Lamongan dipastikan sudah tidak ada zona merah dan zona oranye.

Ada 5 kecamatan di Lamongan yang berada di zona hijau atau zona resiko terkontrol. Dan 22 kecamatan lainnya berada di zona kuning atau zona resiko rendah.

"Seiring dengan penerapan PPKM, di Lamongan saat ini sudah tidak ada zona merah dan zona oranye," kata Yuhronur yang juga Bupati Lamongan ini, Selasa (31/8/2021).

Secara keseluruhan di Jatim, ungkapnya, status Lamongan saat ini juga berada di zona kuning atau zona resiko rendah dari sebelumnya zona oranye atau zona resiko sedang.

Sedangkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Lamongan juga terus meningkat, yaitu 91,78 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari angka kesembuhan di tingkat provinsi maupun nasional.
"Tingkat kesembuhan di Lamongan saat ini 91,78 persen," ungkap Yuhronur.

Ditambahkan, tren Bed Occupancy Rate (BOR) di Lamongan juga terus menurun. Jika pada 15 Agustus 2021 BOR Lamongan berada di angka 15 persen, maka saat ini BOR di Lamongan sudah turun menjadi 8 persen.

Terkait pelaksanaan vaksinasi di Lamongan, total kumulatif vaksin untuk dosis 1 saat ini sudah mencapai 23,54 persen dari sasaran sebanyak 1.063.543. Dosis kedua sebesar 12,62 persen dan dosis ketiga sebesar 65,26 persen.

"Untuk vaksinasi, berapapun vaksin yang datang langsung kami bagikan, kami berikan kepada yang membutuhkan," katanya.

Dikatakan Yuhronur, Pemkab Lamongan bersama TNI-Polri terus memperhatikan nasib warga terdampak pandemi Covid-19 dengan intens memberikan bantuan kepada warga.

Untuk menggerakkan roda perekonomian, Yuhronur juga telah melaunching gerakan "Ayo Ditumbasi".

Ayo Ditumbasi adalah gerakan adaptif di tengah pandemi untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali perputaran perekonomian yang merupakan pengembangan dari gerakan "Ayo Beli Produk Lamongan", di mana spesifikasinya ditujukan kepada UKM seperti penjual makanan kecil, pedagang keliling dan pedagang kali lima.

Melalui gerakan ini juga dilibatkan masyarakat untuk turut membeli jajanan yang ada di sekitarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved