Breaking News:

Wawancara Eksklusif

H Marhaen Djumadi Plt Bupati Nganjuk di Tengah Pandemi: Minta Tak Diiming-iming Duit dan Wanita

Kasus OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Nganjuk menjadi pelajaran berharga bagi seorang H Marhaen Djumadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
Foto: Saiful Sholichfudin
Penyerahan Kenang-kenangan oleh News Director Tribun Network sekaligus Pemred Harian SURYA, Febby Mahendra Putra (kanan) kepada Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi. 

Ada yang punya 12 perusahaan di Tangerang dan saya ajak mendirikan perusahan dan berinvestasi di Nganjuk. Dengan begitu Nganjuk nantinya bisa segera maju. Demikian halnya dengan APBD.

Saya ajak siapa yang punya ide untuk kita ajak membangun. Seperti membangun pedestrian sepanjang Jalan A Yani Kota Nganjuk, harapanya Kota Nganjuk bisa bertambah maju.

Sempat ada mis terkait tenaga kesehatan (nakes), sehingga untuk menyelesaikanya dengan refokusing APBD. Dan tahun-tahun ini proyek bisa selesai meski banyak PR. Jalan-jalan tahun depan mulai dibangun lagi.

Termasuk Pasar Kertosono juga masih belum dilanjukan pada tahap berikutnya. Dan itu semua butuh campur tangan pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi.

Demikian juga dengan Bendungan Semantok yang insya Allah tahun depan akan diresmikan Bapak Presiden Jokowi. Bendungan semantok menjadi bendungan terpanjang di Asia Tenggara.

Harapan kita dari pembangunan itu akan ada legacy-legacy, tetapi kita tidak boleh bicara. Biar orang lain yang bicara, artinya kita akan membuktikan sesuai janji diawal, ada 14 program yang dilakuka dan tidak banyak bicara tapi terus direalisasikan.

Termasuk SDM di ASN Pemkab Nganjuk. Mutasi dalam rangka pengelolaan SDM birokasi di Pemkab Nganjuk sekarang tidak usah banyak bicara, tapi langsung dijalankan dan itu berjalan dengan baik serta lebih enak.

Yang paling penting kami ingin pembangunan di Nganjuk merupakan pembangunan berbasis partisipatif. Masyarakat kita ajak, siapapun, ayo ikut membangun. Nganjuk ini milik bersama bukan milik plt bupati.

Berikutnya di pemerintahan. Legacy yang kita bangun bagaimana tata pemerintahan di Kabupaten Nganjuk, yakni dengan membangun sebuah sistem pemerintahan. Sehingga dengan sistem yang baik maka siapapun kepala daerah dan wakil kepala daerahnya harus menjadi bagian dari sistem itu.

Apa yang bisa dilakukan di Dispendukcapil dengan program Merdeka Wira-Wiri. Pengurusan adminduk tidak usah datang ke kantor. Tetapi cukup dari rumah sudah bisa dan yang lain bisa akan seperti itu juga.

Demikian juga dengan sistem pembayaran pajak sudah tidak banyak bicara tapi sudah disediakan kerja sama dengan bank.

Di ujung obrolan, sebagai closing statemen, bagaimana menghadapi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir, terutama pesan untuk warga Nganjuk baik yang ada di Nganjuk maupun yang ada di perantauan?

Kami sama-sama tidak mengetahui Covid-19 sampai kapan berakhirnya, obatnya belum ada yang sesuai. Makanya kita harus mengubah perilaku kita, adaptasi kebiasaan baru, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, kurangi mobilitas yang tidak terlalu penting, minum air putih yang banyak, sering berjemur di siang hari sehingga vitamin D bagus.

Obat virus covid adalah imun, tergantung pada pikiran yang harus diciptakan, happy terus maka senyum jangan marah, jangan jengkel, tertawa, ciptakan imun yang bisa untuk melawan Covid-19.

Kita harus berpikir positif, termasuk ikhtiar medis dan spiritual. Covid-19 ada yang punya dan ciptakan. Sehabis salat mari kirim doa untuk covid agar tidak menyerang kita, keluarga kita, dan seluruh warga Kabupaten Nganjuk. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved