Breaking News:

Berita Pasuruan

Gus Ipul Kembalikan Kejayaan Tempe Rekesan di Pekuncen Kota Pasuruan

Untuk tempe rekesan ini, Pemerintah Kota Pasuruan akan membantu para pembuat tempe sehingga bisa meningkatkan pasar

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul dan Wakil Wali Kota Mas Adi saat mengunjungi kampung tempe di Kelurahan Pekuncen, Selasa (31/8/2021). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menghidupkan lagi kampung tempe rekesan, Pekuncen. Selama ini, Kota Pasuruan sebenarnya punya tempe rekesan, sayangnya mulai terlupakan.

“Dulu di kampung ini 90 persen warga bikin tempe. Sekarang tinggal 4 keluarga,” kata Yusuf, salah satu pemilik rumah produksi tempe di Kelurahan Pekuncen.

Yusuf sendiri merupakan generasi ke tiga pembuat tempe. Dimulai dari kakeknya di era 1970-an, lalu dilanjutkan ayahnya dan kemudian kini ia dan istrinya yang menekuni pembuatan tempe rekesan.

Tempe rekesan sendiri merupakan tempe yang terbuat dari bahan asli kedelai, diolah selama 4 hari menggunakan mesin pemecah kedelai. Dalam proses permentasian jamur, menjadi ciri khas rekesan yang lantas dibungkus dengan daun pisang.

Para pembuat tempe rekesan ini berada di kawasan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gang 8 No 22 RT04/RW 01 Kelurahan Pekuncen, Pasuruan.

Menurut Yusuf, harga tempe rekesan memang lebih mahal ketimbang tempe biasa yang berbungkus plastik. Jika tempe bungkus plastik harganya Rp 1.000, maka tempe rekesan Rp 1.500.

Memang agak mahal, selain karena menggunakan pembungkus pisang, tempe rekesan juga menggunakan teknik tindih lama sehingga tempe sangat padat.

Saat Gus Ipul berkunjung ke rumah Yusuf, sebuah batu bata penindih yang sudah berusia puluhan tahun juga sempat dipamerkan.

“Ini batu ini sudah lebih 40 tahun digunakan untuk menindih tempe,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Gus Ipul sendiri mengunjungi kawasan Pekuncen bersama dengan Wakil Wali Kota Adi Wibowo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved