Breaking News:

Berita Perbankan

Bank Maspion Targetkan Pertumbuhan Kinerja 20 Persen Tahun Ini 

Dirut Bank Maspion, Herman Halim bersama jajaran direksi saat Public Expose, Selasa (31/8/2021). 

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya.co.id/sri handi lestari
Dirut Bank Maspion, Herman Halim (paling kiri) bersama jajaran direksi saat Public Expose, Selasa (31/8/2021).  

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Maspion Tbk atau Bank Maspion menargetkan pertumbuhan kinerja di tahun 2021 meningkat 20 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Hingga akhir semester I tahun 2020 lalu, perseroan telah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang tumbub 18 persen dibanding periode sama tahun 2020 lalu.

Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim mengatakan, kondisi pandemi covid 19 di tahun 2021 ini memang lebih berat dibanding tahun 2020.

"Namun terjadi di awal semester II atau di bulan Juli 2021 ini. Sehingga hambatan masuk di semester II, sementara semester I kami masih mampu melakukan recovery setelah slow down di tahun 2020 lalu," kata Herman Halim, saat Public Expose, Selasa (31/8/2021) di Surabaya.

Perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode  BMAS ini, mengakui berhasil melewati 2020.

"Tahun 2021 lebih berat lagi, tapi so far kami tetap bisa bertahan, bisa making profit, tentunya adalah kerja keras dari seluruh lini keluarga besar Bank Maspion,” jelas Herman.

Dalam paparannya, aset BMAS pada 2020 tercatat mencapai Rp10,11 triliun atau naik 33,57 persen yoy dengan himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 8,2 triliun atau naik 41,28 persen yoy. Penyaluran kredit mencapai Rp 6,9 triliun atau naik dibandingkan dengan 2019 yang hanya Rp 5,4 triliun.

Diakui Herman, pencapaian kinerja positif ini tak lepas dari strategi Community Bussines Model serta keberhasilan Bank Maspion dalam melanjutkan program penciptaan 1 juta UMKM melalui Program Tabungan Dasyatt.

Masa pandemi ini ada beberapa nasabah kredit yang mengajukan restrukturisasi. Namun pihaknya cukup selektif, sehingga bisa mendorong NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet di bawah ketentuan maksimal, kisaran 2,41 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved