Rabu, 22 April 2026

Kehebatan Helikopter Black Hawk Amerika yang Dijajal Jenderal Andika Perkasa Saat Garuda Shield

Simak kehebatan helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat yang dijajal oleh Jenderal Andika Perkasa.

US Army via Tribun Bali
Helikopter Black Hawk Amerika 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Simak kehebatan helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat yang dijajal oleh Jenderal Andika Perkasa.

Diketahui, angkatan darat Amerika Serikat atau US Army mengerahkan sejumlah helikopter Black Hawk saat mengikuti latihan perang Garuda Shield.

Sebelum latihan dimulai, Jenderal Andika Perkasa berkesempatan mencoba menaiki helikopter serbu andalan US Army tersebut.

Lantas, seperti apa kehebatannya?

Melansir dari Wikipedia, black hawk adalah helikopter serba guna angkut menengah bermesin ganda yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft .

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Rela Terbang Jakarta-Manado Demi Antar Bantuan ke Nakes & Ucap Terima Kasih

Sikorsky mengajukan desain S-70 untuk kompetisi Utility Tactical Transport Aircraft System (UTTAS) Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1972.

Helikopter black hawk memasuki dinas Angkatan Darat pada tahun 1979, untuk menggantikan Bell UH-1 Iroquois yang legendaris sebagai helikopter transportasi taktis Angkatan Darat.

Hal ini diikuti oleh perang elektronik dan varian operasi khusus Black Hawk.

Peningkatan varian utilitas UH-60L dan UH-60M juga telah dikembangkan.

Versi modifikasi juga telah dikembangkan untuk Angkatan Laut (SH-60 Seahawk), yang digunakan dalam operasi kemaritiman seperti pendaratan amfibi, operasi khusus laut, pengintaian maritim dan peperangan anti kapal selam, Angkatan Udara, dan Penjaga Pantai.

Selain digunakan Angkatan Bersenjata AS, keluarga UH-60 helikopter black hawk juga telah diekspor ke beberapa negara.

Black Hawk telah bertugas dalam pertempuran selama konflik di Grenada, Panama, Irak, Somalia, Balkan, Afghanistan, dan daerah lain di Timur Tengah.

Helikopter ini menjadi terkenal setelah muncul dalam film perang Black Hawk Down.

Karakteristik umum:

  • Kru: 2 pilot (awak pesawat) dengan 2 kepala kru / penembak
  • Kapasitas: £ 2.640 (1.200 kg) kargo internal, termasuk 11 tentara atau 6 tandu, atau 8.000 lb (3.600 kg) (UH-60A) atau 9.000 lb (4.100 kg) (UH-60L) kargo eksternal
  • Panjang: 64 ft 10 in (19.76 m)
  • Lebar: 7 ft 9 in (2,36 m)
  • Rotor diameter: 53 ft 8 in (16,36 m)
  • Tinggi: 16 ft 10 in (5.13 m)
  • Berat kosong: £ 10.624 (4.819 kg)
  • Loaded berat: £ 22.000 (9.980 kg)
  • Max. berat lepas landas: £ 23.500 (10.660 kg)
  • Powerplant: 2 × General Electric T700-GE-701C turboshaft, 1.890 hp (1.410 kW) masing-masing

Persenjataan:

  • 2 × 7,62 mm (0,30 in) M240H senapan mesin [ 136 ] atau
  • 2 × 7,62 mm (0,30 in) M134 minigun [ 134 ] atau
  • 2 × 50 in (12,7 mm) GAU-19 gatling senjata [ 134 ]
  • Rockets: 70 mm (2,75 in) Hydra 70 roket [ 134 ]
  • Rudal: AGM-114 Hellfire laser yang dipandu rudal [ 134 ]
  • Dapat dilengkapi dengan VOLCANO sistem penyebaran ranjau.

Dalam tayangan di channel youtube TNI AD, tampak Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa beserta jajaran petinggi TNI AD berkesempatan terbang dengan Helikopter Black Hawk.

Kasad menggunakan Helikopter Black Hawk untuk meninjau titik latihan Garuda Shield ke-15.

Mereka terbang dengan kondisi pintu helikopter yang terbuka sekitar 20 menit di atas ketinggian sekitar 5.000 meter.

“Ini perjalanan yang sangat baik.

Saat saya terbang di Orlando, pintu helikopternya tertutup karena cuaca dingin di bulan Pebruari,” ujar Kasad setelah mencoba terbang dengan Black Hawk.   

Prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Joint Combine Exchange Training juga akan terbang menggunakan Black Hawk sebelum melakukan penerjunan di lokasi droping zone, Baturaja, Sumatera Selatan. 

Berikut video selengkapnya: LINK

Amerika Tambah Pasukan ke Indonesia & Kerahkan Black Hawk

Diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat menambah pasukan dan mengerahkan helikopter Black Hawk dalam Garuda Shield.

Melansir dari tayangan di channel youtube TNI AD, Jenderal Andika Perkasa melakukan video conference dengan Commanding General of United States Army Pasific terkait kegiatan Garuda Shield.

“Saya menantikan untuk melihat latihan gabungan Garuda Shield-15/2021 antara prajurit TNI AD dan prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat akan berjalan.

Karena ini hal pertama bagi kami kedatangan para personel US Army.

Dan kami juga menantikan personel TNI AD lebih dekat dengan prajurit US Army. Saya yakin ini akan menjadi hal yang sangat dinantikan oleh mereka dan akan menjadi pengalaman yang baru juga bagi mereka,” ujar Jenderal Andika Perkasa.   

Commanding General of USARPAC, General Charles A. Flynn juga merasakan hal yang sama.

Setelah beberapa kali ke Indonesia, ia juga menantikan untuk dapat hadir dalam Garuda Shield.   

“Benar sekali, kami juga sangat menantikan hal tersebut.

Dan saya sudah beberapa kali ke Indonesia, sangat ingin kembali kesana, sehingga saya juga sangat menantikan karena program ini seperti latihan multinasional pasifik, menjelajah ke wilayah negara lain,” ujar General Charles A. Flynn.   

Ia juga mengatakan program Garuda Shield akan menjadi hal yang sangat baik karena menurutnya Pusat Pelatihan tempur di Baturaja sama seperti Pusat pelatihan Tempur yang ada di Eropa, di United States, dan yang akan dibangun di wilayah Pasific.   

Di samping itu, Jenderal Andika Perkasa juga menjelaskan alasan kehadiran General Charles A. Flynn dalam Garuda Shield di Baturaja untuk mempelajari latihan tempur dari seseorang yang telah melangkah lebih lama dan professional di Pusat Pelatihan.   

Jenderal Andika Perkasa berharap latihan bersama yang akan dilakukan di tiga titik area latihan, yakni Baturaja, Makalisung, dan Amborawang dapat mempererat hubungan persahabatan antara TNI AD dan US Army. 

 “Saya ingin melakukan yang lebih baik di tahun ini dibanding tahun sebelumnya, dan hubungan kerja sama kita menjadi lebih baik dari yang pernah ada,” ujar Kasad. 

Dalam video lainnya, Komandan Kodiklat Angkatan Darat, Letjen TNI A.M. Putranto melaporkan kepada Kasad mengenai persiapan yang berjalan lancar serta kerja sama antar satuan TNI AD yang terlibat dalam pelaksanaan Garuda Shield ke-15 Tahun 2021.   

“Khusus untuk Kodam VI, perubahannya sangat signifikan, dari Amborawang termasuk akomodasi sangat baik, dan dari Pangdam sudah maksimal untuk membantu.

Dan diharapkan satu minggu sebelumnya sudah bisa selesai,” jelas Dankodiklatad, melansir dari tayangan di channel youtube TNI AD.

Ia menambahkan kegiatan penyiapan medan latihan secara umum sudah 80 persen karena telah melakukan peninjauan dengan Danpussenif serta unsur-unsur terkait.

Selain itu ia juga menyampaikan penambahan personel penerjun dari Amerika Serikat yang semula 300 orang menjadi 670 orang.   

Menanggapi hal tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa meminta untuk pengecekan landing zone atau daerah pendaratan para penerjun.

Khususnya untuk pendaratan helikopter Black Hawk.

“Pastikan ada tim dari Penerbad yang akan mengecek, khususnya pendaratan heli black hawk mereka.

Oleh karena itu kalau ada yang perlu perkuatan, kita harus segera siapkan,” tegas Kasad.   

Jenderal Andika Perkasa juga memberikan arahan agar tetap mengutamakan faktor keamanan baik personel dan materiil TNI AD dan US ARMY, serta menjunjung prinsip saling menghormati dan menghargai agar terjalin persahabatan yang baik. 

Ikuti Berita Seputar Jenderal Andika Perkasa dan Garuda Shield

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved