Breaking News:

Berita Ponorogo

PTM di Ponorogo Distop , Kepala Sekolah Ingatkan Kharakter Siswa Tidak Bisa Dibentuk Lewat Daring

Pelaksanaan PTM di sekolah sendiri, menurut Sutarno, berlangsung sangat kondusif dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat

surya/sofyan arif chandra
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka di Ponorogo. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Ponorogo menyayangkan ditutupnya proses sekolah langsung atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menurut Ketua MKKS SMP Ponorogo, Sutarno, pembelajaran dalam jaringan (daring) alias online, tidak bisa menggantikan PTM.

"Tugas guru kan bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik. Kalau mengajar mungkin bisa lewat daring, tetapi kalau mendidik lebih sulit," kata Sutarno, Minggu (29/8/2021).

Penanaman kharakter siswa, lanjut Sutarno, hanya efektif dilakukan dengan cara bertemu langsung. "Jadi kami sangat prihatin juga, baru dua pekan PTM lalu ditutup lagi, tetapi apapun kita harus mendukung program pemerintah," sesalnya.

Pelaksanaan PTM di sekolah sendiri, menurut Sutarno, berlangsung sangat kondusif dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Kalau ditanya harapan kami, sebaiknya bisa PTM walaupun dengan kuota 50 persen," tambahnya.

Sutarno juga melihat para siswa sedang semangat-semangatnya untuk mengikuti PTM saat bertemu dengan guru dan siswa lain. Maklum, mereka sudah sangat lama tidak bertemu dan saling sapa hanya melalui gadget saja. "Untuk itu kita berharap Ponorogo bisa turun kembali ke level 3 dan PTM bisa dibuka kembali," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved