Breaking News:

Peredaran Jarum Suntik Standar WHO Masih di Bawah 20 Persen

mengekspor alat suntik sekali pakai atau ADS  standar World Health Organization (WHO). Ekspor itu untuk memenuhi kebutuhan UNICEF

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
Dok/ONEJECT
Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin hadiri pelepasan ekspor alat suntik sekali pakai atau ADS, di pabrik PT Oneject Indonesia, kawasan Industri KITIC, Delta Mas, Cikarang, Kamis (26/8). 

SURYA.co.id, SURABAYA - PT Oneject Indonesia (Oneject) selaku sister company PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) dan Safety Needle terbesar di Asia, mengekspor alat suntik sekali pakai atau ADS  standar World Health Organization (WHO). Ekspor itu untuk memenuhi kebutuhan UNICEF (United Nations Children's Fund), dan juga ke Ukraina.

Sejak 2020, WHO mulai mencanangkan penggunaan alat suntik yang aman di seluruh dunia.Sayangnya,  di Indonesia, penggunaan jarum suntik ADS dan safety needle di kalangan medis baru berkisar di bawah 20 persen, sisanya masih berupa produk jarum suntik non-ADS.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana menjelaskan, ekspor kali ini untuk memenuhi permintaan UNICEF sebanyak 120 juta pieces. Sementara untuk memenuhi permintaan Kementerian Kesehatan Ukraina, perusahaan mengekspor 30 juta ADS, sehingga total ekspor mencapai 150 juta ADS atau 200 kontainer dengan total nilai penjualan senilai 10,5 juta dolar AS.

“Sejak 2008, perusahaan melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Italia, Jerman, Nepal, Kuba, Pakistan, Algeria, Kenya, Tanzania, Sri Lanka dan juga ke lembaga internasional lainnya," jelas Jahja, Kamis (26/8/2021). Seremoni pelepasan ekspor dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di pabrik kedua PT Oneject Indonesia, kawasan Industri KITIC, Delta Mas, Cikarang, Kamis (26/8).

Jahja menekankan pembelian oleh UNICEF ini merupakan momentum penting bagi Oneject, dimana produk jarum suntik Indonesia memperoleh kepercayaan untuk menjadi bagian program vaksinasi UNICEF dan negara global. "Sampai 2022, perusahaan telah berkomitmen memenuhi kontrak kerjasama dengan UNICEF untuk pengadaan 850 juta jarum suntik ADS dan safety needle, di mana 300 juta akan dikirim tahun ini," ungkap Jahja.

Dikatakannya, produsen alat suntik global saat ini menghadapi tantangan untuk  memenuhi kenaikan permintaan yang lebih cepat.  Peluang itu  mendorong Oneject menyelesaikan pembangunan pabrik barunya yang berkapasitas terpasang 900 juta, sehingga total kapasitas  yang dimiliki mencapai 1,2 miliar jarum suntik ADS dan safety needle per tahun.

Pabrik Oneject baru Cikarang dengan luas bangunan mencapai 15.000 m2, selain digunakan sebagai pusat produksi alat suntik, juga memiliki konsep sebagai area produksi Original Equipment Manufacturer (OEM), yang dipersiapkan bagi produksi lokal Abbott Bioquick, alat Swab Antigent Test Covid -19 milik produsen alat kesehatan Global Abbott Laboratories, yang bekerja sama dengan PT Itama Ranoraya Tbk.

Pabrik Oneject, baik yang ada di Cikarang dan juga di Sentul akan menjadi pusat produksi alat kesehatan yang memiliki orientasi pemenuhan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved