Rabu, 10 Juni 2026

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Dapat Proyek Program Kotaku Senilai Rp 3,7 Miliar

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan BPM Kotaku Tahun 2021 ini merupakan bagian dari skema program pemulihan ekonomi Nasional.

Tayang:
surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau pembangunan dari program BPM Kotaku di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Sabtu (28/8/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto mendapat Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) kurang lebih total Rp 3,7 miliar.

Program bantuan melalui skema padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut digunakan untuk pemeliharaan/rehabilitasi drainase maupun jalan paving di 10 kelurahan.

Di antaranya, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Gununggedangan, Kelurahan Magersari, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Blooto, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Mentikan Kelurahan, Miji, Kelurahan Prajuritkulon dan Kelurahan Surodinawan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan BPM Kotaku Tahun 2021 ini merupakan bagian dari skema program pemulihan ekonomi Nasional.

Ini sampaikan saat Ning Ita sapaan Walikota bersama Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi meninjau program BPM Kotaku di Jl Kemasan Ampel, Lingkungan Kemasan RT02,RT03/RW03, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Sabtu (28/8/2021).

"Untuk tahun 2021 ini skema-nya memang bagian dari pemulihan ekonomi Nasional dan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dampak Pandemi dilibatkan dalam proyek padat karya tunai karena persyaratannya memang harus melibatkan warga di lingkungan sekitar," ungkapnya.

Baca juga: Ini yang Perlu Disiapkan Peserta Tes SKD CPNS dan PPPK Non Guru di Pamekasan

Dalam kegiatan peninjauan tersebut Ning Ita melihat langsung pengerjaan pembangunan drainase dan jalan paving di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto yang menelan anggaran kurang lebih Rp.1 miliar.

"Khususnya di Kelurahan Blooto nilai pengerjaannya lebih besar dibandingkan kelurahan-kelurahan lain karena jenis pengerjaan bukan pemeliharaan melainkan pembangunan dan tenaga kerja kebanyakan dari warga sekitar," jelasnya.

Menurut dia, pembangunan drainase dan jalan paving seluas 1.284 meter dan 350 meter akan dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat sebanyak 40 orang.

Kemudian, penerima manfaat pembangunan drainase dan jalan paving dari program BPM Kotaku yaitu sebanyak 84 Kepala Keluarga (KK), 275 jiwa terdiri dari 135 laki-laki dan 140 perempuan.

"Kontribusi terhadap pengurangan kumuh yakni kondisi jalan dan drainase lingkungan yang tidak layak akan menjadi layak," terangnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi menambahkan mekanisme penerima bantuan yaitu berdasarkan hasil kajian Tim BPM Kotaku yang sebelumnya melakukan monitoring untuk menentukan suatu kawasan atau kelurahan layak menerima bantuan BPM Kotaku.

Kemudian, hasil monitoring dari 15 kelurahan terpilih 10 kelurahan di Kota Mojokerto yang mendapat bantuan BPM Kotaku.

"Alhamdulillah, dari 15 kelurahan itu di tahun ini kita dapat 10 kelurahan dan sumber dana dari APBN yang masuk program pemulihan ekonomi," imbuhnya.

Mashudi mengatakan, alokasi anggaran dana dari program BPM Kotaku sebanyak Rp 3,7 miliar yang masing-masing kelurahan memperoleh Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved