Breaking News:

Beritai Surabaya

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Para Wali Murid di Surabaya Antusias

Pemprov Jatim memutuskan, akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SMK/SMA pada Senin (30/8/2021).

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memutuskan, akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SMK/SMA Negeri maupun Swasta serta SLB pada Senin (30/8/2021) depan. PTM sendiri boleh dilaksanakan di daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 2.

Diketahui, 2 kabupaten di Jawa Timur sudah masuk level 2. Yakni Kabupaten Sampang dan Pamekasan.

Sementara yang sudah masuk level 3 ada 18 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Bojonegoro.

Lalu, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Nganjuk, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan.

Sejumlah wali murid di Surabaya begitu antusias mendengar pengumuman tersebut. Mereka berharap, PTM bisa memberikan dampak positif terhadap aspek pengetahuan dan sosial kepada anak-anak mereka.

Tarti (54), wali murid dari Fadhil Danis Rajendra, siswa Kelas 10 SMK Swasta Jurusan Teknik Sipil, Tambaksari, Surabaya, menuturkan, anak semata wayangnya ini mau naik kelas 11. Selama ini hanya mengikuti pembelajaran daring.

"Untuk seragam sudah saya carikan di online. Waktu beli, karena sempat mau ada tatap muka dulunya. Begitu tatap muka batal, seragam masih tersimpan rapi," ujarnya, Sabtu (28/8/2021).

Tarti juga menambahkan, PTM lebih efektif daripada daring. Selain bertemu langsung dengan guru dan teman temannya, juga bisa menambah semangat belajar.

"Kalau selama daring, Fadhil belajar sendirian. Beda ketika PTM belajarnya sama teman-teman," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Warni (51), wali murid dari Avyanto Alfa Rizky, siswa SMA Swasta Jurusan IPA.

Menurut Warni, PTM lebih efektif daripada belajar daring.

"Jenuh kalau belajar daring. Untuk seragam sudah dikasih sekolah sebelumnya. Harapannya pandemi segera berakhir," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved