Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Enam Desa di Jawa Timur Terpilih Jadi 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia Bangkit

6 desa wisata di Jatim terpilih sebagai 50 desa wisata terbaik Indonesia Bangkit dalam even yang dihelat oleh Kemenparekraf

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak enam desa wisata di Jawa Timur terpilih sebagai 50 desa wisata terbaik Indonesia Bangkit dalam even yang dihelat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yaitu Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021.

Enam desa tersebut yaitu Desa Wisata Kampung Blekok Kabupaten Situbondo, Desa Wisata Sanankerto Kabupaten Malang, Desa Wisata Kampung Bejijong Kabupeten Mojokero, Desa Wisata Taman Sari Kabupaten Banyuwangi, Desa Wisata Ranupani Kabupaten Lumajang, dan Desa Wisata Serang Kabupaten Blitar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kebanggaan dan selamat pada enam desa terbaik Jawa Timur tersebut. Menurutnya, ini merupakan prestasi membanggakan dari sektor desa wisata yang tetap bisa memberikan prestasi di tengah himpitan pandemi covid-19.

"Sektor wisata merupakan sektor yang sangat terdampak saat pandemi covid-19. Tapi Alhamdulilah pelaku wisata berbasis desa di Jawa Timur tetap semangat di tengah berbagai keterbatasan. Saya pribadi menyampaikan terima kasih pada selurh pokdarwis dan pelaku desa wisata serta Kades, Camat atas prestasi ini, dan kita berharap bersama agar pandemi segera berakhir sehingga wisata kembali pulih," tegas Khofifah, Jumat (27/8/2021).

Dari Pemprov Jawa Timur sendiri memang memberikan perhatian yang penuh untuk sektor wisata berbasis desa. Mulai dari bantuan untuk BUMDes yang sudah memiliki desa wisata untuk dikelola hingga pendampingannya hingga bisa menghasilkan pendapatan yang bisa membantu kesejahteraan masyarakat desa.

Hal itu penting, sebab sebagaimana disampaikan Khofifah bahwa pergerakan UMKM di Jawa Timur itu sangat penting dan butuh untuk terus diberikan stimulai. Sebab menurutnya isata memberikan signifikansi terhadap pergerakan UMKM lokal, setiap wisata akan menggerakkan transportasi publik.

"Jadi antara tranportasi publik dan UMKM lokal ini dua hal yang di Jawa Timur UMKM tulang punggung PDRB. Datanya itu 60,25 persen bakcbone PDRB Jatim berasal dari sektor UMKM. Hal ini dinilai selaras dengan upaya kita yang terus mengembangkan BUMDes melalui sektor wisata," tambahnya.

Khofifah optimistis, jika masyarakat terus mengupayakan untuk pengembangan setiap potensi yang ada di sekitarnya maka Jatim bisa cepat bangkit dari pandemi covid-19. Inovasi, kreativitas menjadi andalan dalam pengembangan desa wisata sehingga bisa menghasilkan produktivitas.

Khofifah pun menyebutkan bahwa dalam mendorong kreativitas BUMDes di Jawa Timur, pihaknya telah menggelontorkan stimulus bantuan keuangan kepada beberapa BUMDes. Serta juga ada pembinaan dan pengembangan kapasitas yang masuk dalam program Dewi Cemara atau desa wisata rakyatnya cerdas mandiri dan sejahtera.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved