Breaking News:

Berita Sumenep

Agar Warga Tak Tertipu Berita Hoaks, Vaksinasi di Sumenep Berhadiah Motor, Sepeda dan Televisi

Hingga saat ini capaian vaksinasi Covid-19 dosis I di Sumenep baru mencapai 10,5 persen dan dosis II baru tersebar 5,3 persen.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat turun langsung memberikan bantuan air bersih di Kecamatan Rubaru (27/8/2021) 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Realisasi vaksinasi Covid-19 di seluruh kabupaten di Madura, termasuk Sumenep, tercatat masih rendah. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya kesadaran masyarakat bervaksin, salah satunya karena sebaran berita bohong atau hoaks.

Hingga saat ini capaian vaksinasi Covid-19 dosis I di Sumenep baru mencapai 10,5 persen dan dosis II baru tersebar 5,3 persen.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menjelaskan, rendahnya capaian vaksinasi itu karena banyaknya informasi hoaks yang mengakibatkan masyarakat takut untuk divaksin Covid-19.

"Kabar-kabar atau berita menyesatkan yang beredar di masyarakat ini, katanya kalau habis divaksin malah sakit. Bahkan ada yang meninggal. Ini kan tidak benar," kata Fauzi, Jumat (27/8/2021).

Karena itu pihaknya telah menggandeng para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut menyukseskan program percepatan vaksinasi Covid-19.

"Kami berharap, melalui tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh agama, masyarakat bersedia divaksin dan tidak perlu percaya pada kabar hoaks," tegas Fauzi.

Bahkan Selasa (24/8/2021) lalu, orang nomor satu di Pemkab Sumenep ini telah menggelar vaksinasi serentak di seluruh kecamatan. Untuk menarik minat masyarakat, kegiatan vaksinasi itu sampai menyediakan hadiah sepeda motor, sepeda gunung, televisi, dan hadiah-hadiah menarik lainnya.

"Ini juga upaya kami untuk meningkatkan minat masyarakat mengikuti vaksinasi. Kami targetkan ada 27.000 peserta vaksinasi di 27 kecamatan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa waktu ini, temuan kasus Covid-19 di Sumenep mulai melandai dan angka kesembuhan meningkat. Persentase Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar di rumah sakit rujukan Covid-19 juga turun.

"Meski begitu, pandemi ini belum berakhir. Karenanya kita semua berharap agar herd community bisa segera terbentuk melalui percepatan vaksinasi," terangnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved