Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bertemu Kakak-Adik Bencheghib Asal Prancis, Bupati Ipuk Kolaborasi Bikin Bersih Sungai di Banyuwangi

Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib bersama organisasinya, Sungai Watch, datang ke Banyuwangi

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib bersama timnya datang ke Banyuwangi menemui Bupati Ipuk Fiestiandani, Rabu (25/8/2021) petang. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib, kakak beradik asal Perancis yang sempat viral karena aksinya membersihkan sampah Sungai Citarum, Jawa Barat pada 2017 lalu, datang ke Banyuwangi.

Kedatangan mereka bersama organisasinya, Sungai Watch, ke Banyuwangi, untuk berkolaborasi menjaga dan membersihkan sungai dari sampah.

Pada 2017 lalu, Gary dan Sam mengarungi Sungai Citarum dengan dua kano yang terbuat dari plastik. Mereka menjelajahi sungai terpanjang di Jawa Barat itu selama dua pekan untuk membersihkan sampah. Aksi mereka mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo.

Gary bersama timnya datang ke Banyuwangi menemui Bupati Ipuk Fiestiandani, Rabu (25/8/2021) petang. Ditemani Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Chusnul Kotimah, mereka membahas kolaborasi untuk menjaga dan membersihkan sungai dari sampah.

Duo bersaudara itu juga sedang giat membersihkan sungai di Pulau Bali. Berawal dari membersihkan sampah plastik di pantai-pantai Bali, mereka lantas juga membersihkan sampah sungai. Mereka lalu mengajak anak-anak muda Bali untuk turut menjadi relawan penjaga sungai.

"Sampah di laut berasal dari sampah-sampah di sungai. Karena itu kami berinisiatif membersihkan sungai bersama anak-anak muda Bali. Banyak anak muda Bali yang bergabung bersama kami. Kini kami ingin melalukan hal serupa di Banyuwangi," kata Gary.

Berbagai cara telah dilakukan Sungai Watch untuk membersihkan sampah di sungai. Telah berbagai proses mereka pelajari. Hingga akhirnya mereka menemukan teknik penghalang sampah dengan menggunakan tabung penghalang. Pada akhir 2020 mereka telah berhasil memasang 100 penghalang sampah di Bali. Mereka targetkan ada 1.000 titik lagi.

Setiap jaring penghalang berpotensi menjaring sampah dari berbagai jenis. Tiap hari mereka bisa mengumpulkan sampah 200 kilogram. Bahkan ketika hujan bisa mencapai 1 ton sampah.

Tidak hanya memasang penghalang sampah, mereka juga mendata dan menganalisis sampah-sampah utamanya sampah plastik yang berasal dari sungai. Bahkan mereka juga mendata asal sampah plastik dari ratusan ribu brand perusahaan.

Sampah-sampah yang mereka dapatkan itu lalu mereka daur ulang menjadi berbagai produk. Mulai dari batako, paving, dan lainnya. Bahkan adik Gary, Sam, membuat sepatu daur ulang dari plastik. Sepatu itu telah dia coba dipakai lari di New York dan Los Angeles.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved