Berita Nganjuk
Target PAD PBB Baru 31 Persen, Bapenda Nganjuk Intensifkan Peran Desa dan Kelurahan
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk kembali menggenjot sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari PBB
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk kembali menggenjot sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Hal itu dilakukan melalui rapat evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan dan Perkotaan (PBB-P2) bersama Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Nganjuk.
Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan mengatakan, realisasi PAD kabupaten Nganjuk tahun 2021 bersumber dari PBB ditargetkan mencapai Rp 45,358 miliar.
Namun realisasi hingga bulan Agustus tahun 2021 mencapai sebesar Rp 14.059 miliar atau sekitar 31 persen.
"Untuk itu, perlu adanya itensifikasi terhadap Desa maupun Kelurahan di masing-masing Kecamatan yang pencapain PBB masih dibawah target," kata Nur Solekan, Rabu (25/8/2021).
Baca juga: Bupati Pantau Blasting Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek, Pastikan Warga Aman
Dikatakan Nur Solekan, terkait pemasukan PBB di masing-masing Kecamatan pihaknya meminta para Camat untuk melakukan cek dan ricek dengan Desa atau Kelurahan mana saja yang masih terkendala dalam penarikan pajak.
Di mana Kecepatan dalam rangka memasukkan PAD saat ini menjadi harapan pemerintah daerah untuk pencapaian tujuan pembangunan di Kabupaten Nganjuk.
"Makanya, diharapkan kepada Desa atau Kelurahan yang belum mencapai target, untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka menyelesaikan target penerimaan PBB-P2 tahun 2021. Sebelum jatuh tempo 30 Sepetember 2021 nanti," ucap Nur Solekan.
Sementara untuk membantu proses percepatan penerimaan pajak daerah, menurut Nur Solekan, Pemkab Nganjuk telah menambah kemitraannya.
Yaitu bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) dengan Agen 46.
Di mana Agen 46 BNI ini yang akan turun ke Desa maupun Kelurahan.
Selain itu, Bapenda Kabupaten Nganjuk juga intensif mengadakan dan membuka layanan jemput bola, yaitu dengan layanan PBB mobilling.
"Pelayanan pembayaran pajak dengan mobil keliling tersebut diharapkan mampu mempermudah dalam Pembayaran PBB oleh warga sehingga target PAD bisa secepatnya tercapai," tutur Nur Solekan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bapenda-kabupaten-nganjuk-menggelar-rapat-evaluasi-peningkatan-pad.jpg)