Breaking News:

Persebaya Surabaya

Kompetisi Internal Persebaya Surabaya, Alami Kerugian Pembinaan Selama Pandemi Covid-19

Sejatinya, melalui kompetisi internal akan melahirkan banyak pemain berbakat untuk tim Bajul Ijo.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Persebaya Surabaya
Pemain Indonesia Muda (IM), Jossa Andika (kiri) duel dengan pemain PS Angkatan Laut dalam kompetisi Persebaya sebelum pandemi covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda di Indonesia selama dua tahun terakhir ini mengancam regenerasi pemain Persebaya Surabaya. Karena pembinaan melalui ajang kompetisi intenal terhenti.

Sejatinya, melalui kompetisi internal akan melahirkan banyak pemain berbakat untuk tim Bajul Ijo.

Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah mengatakan, sebanyak 20 klub internal Persebaya yang biasa berkompetisi tiap musim, kini tidak berdaya.

Kompetisi internal sudah terhenti sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

"Saya berharap kompetisi kembali jalan. Bahkan pada waktu dualisme masih jalan terus, tidak pernah berhenti. Di Indonesia untuk kompetisi internal yang berjalan cuma Persebaya," kata Saleh Hanifah menjawab Surya.

Pada dasarnya, lanjut Saleh, apapun yang terjadi pihaknya tetap menjalankan kompetisi tersebut.

Namun, karena pandemi menyerang seluruh penjuru dunia, maka terpaksa diputuskan tidak menggelar pertandingan.

Baca juga: Bonek Disaster Response Team, Paramedic Team & SAR Suporter Pertama di Dunia

"Kami harus mengikuti aturan. Tentunya sangat rugi dari sisi pembinaan. Satu tahun saja tidak memutar kompetisi atau tidak ada pertandingan kelompok usia dini, itu ada kerugian dalam hal pembinaan. Apalagi ini dua tahun," ucap Saleh.

Jika kompetisi sepak bola di tanah air diizinkan, Saleh akan berusaha keras memutar kembali kompetisi untuk usia dini. Minimal, dalam bentuk turnamen.

"Tergantung dibolehkannya kapan. Sebelumnya berencana memutar kompetisi. Hanya saja, kondisi tidak memungkinkan untuk digelar karena PPKM dan kasusnya (Covid-19) bertambah. Maka semua kegiatan olahraga berhenti," terangnya.

"Klub sendiri ada yang latihan. Tapi tidak seperti biasa. Ada yang latihan sendiri sendiri. Terlepas itu semua hasilnya tidak maksimal," imbuh Saleh yang bos klub Indonesia Muda (IM) ini.

Saleh mengaku, ada kerugian besar terkait sisi pembinaan lantaran adanya pandemi.

Ia berharap pandemi segera berakhir dan kompetisi (internal persebaya) bisa jalan lagi. Kemudian di level Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 segera jalan.

"Agar kami bisa memutar kompetisi. Setidaknya turnamen. Supaya tahun ini tidak lepas dari pembinaan. Mulai U-15, U-19 serta di bawah usia 21 tahun. Jadi sangat berpengaruh ke pembinaan," terang Saleh.

BACA BERITA PERSEBAYA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved