Breaking News:

Bincang Sastra Buku Revolusi Nuklir Karya Eko Darmoko : Lompatan ke Masa Depan dan Kecemasan Manusia

Bincang Sastra Buku Revolusi Nuklir Karya Eko Darmoko : Lompatan ke Masa Depan dan Kecemasan Manusia

Editor: Zainuddin

SURYA.co.id l SURABAYA - Harian Surya dan Tribun Jatim Network menggelar bincang sastra secara daring bersama penulis Eko Darmoko, Jumat (20/8/2021)

Dalam bincang sastra ini, pembawa acara Kuswanto Ferdian mengulas buku kumpulan cerpen karya Eko Darmoko berjudul Revolusi Nuklir yang diterbitkan oleh Penerbit Basabasi, 2021.

Saat disinggung Kuswanto tentang gagasan menulis kumpulan cerpen Revolusi Nuklir, Eko Darmoko menjawabnya, bahwa buku ini ditulis dari hasil akumulasi kecemasan-kecemasan manusia ketika hidup di tengah keterbatasan, misalnya imbas dari sebuah pandemi.

"Cerpen-cerpen dalam buku ini adalah semacam lompatan ke masa depan, ikhwal bagaimana manusia mempertahankan diri di tengah kecemasan untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan," kata Eko.

Dipaparkan Eko Darmoko, merujuk pada cerpen yang juga dijadikan judul buku, Revolusi Nuklir, gagasan utamanya terletak pada simulasi dan penyelesaian manusia untuk terhindar dari kelaparan dan kebosanan.

Sebab, menurut Eko Darmoko, setting lompatan ke masa depan pada abad 25, manusia sudah terlalu sibuk dengan rutinitas kerja kantoran, sampai manusia lupa bahwa mereka memiliki kebutuhan pangan yang harus dipenuhi.

Di satu sisi, lanjut Eko, manusia sudah melupakan aspek pertanian dan peternakan yang notabene adalah aktivitas penting untuk menghasilan bahan pangan di dunia.

"Manusia kan makhluk hidup terbesar (jumlahnya) di planet ini. Mereka semakin bertambah, sedangkan geografis yang mereka tempati semakin menyusut. Di antaranya, misalnya, cairnya es di wilayah kutub atau tenggelamnya pulau-pulau akibat pemanasan. Kemudian menyusutnya bahan pangan yang mengakibatkan manusia berada di ambang kelaparan," terang Eko.

Tak melulu membicarkan masa depan sebagaimana tajuk dalam buku itu, cerpen-cerpen dari masa depan, Kuswanto juga menyinggung perihal tema-tema percintaan yang ditulis Eko Darmoko dalam buku ini.

Ketika ditanya Kuswanto tentang seberapa penting unsur percintaan terhadap sebuah cerpen, Eko pun menjawabnya, bahwa selama kisah cinta itu dibutuhkan dan sesuai dengan plot, maka kisah cinta akan menambah keunggulan sebuah cerpen.

"Sebaliknya, jika memaksakan unsur percintaan pada cerpen, sedangkan plot cerpen itu tidak membutuhkan kisah percintaan, maka hasilnya akan sia-sia. Kehadiran cerpen itu akan terkesan dipaksakan," ujar Eko.

Buku Revolusi Nuklir merupakan buku kedua yang ditulis oleh Eko Darmoko. Sebelumnya, ia menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Ladang Pembantaian yang diterbitkan oleh Pagan Press tahun 2015.

Buku kumpulan cerpen Revolusi Nuklir karya Eko Darmoko.
Buku kumpulan cerpen Revolusi Nuklir karya Eko Darmoko. (SURYA)
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved