Breaking News:

Lifestyle

Ajinomoto Indonesia Berbagi Tips Pola Hidup Sehat dan Diet untuk Ibu Menyusui

ASI sangat penting bagi bayi, dr Johanes juga memberikan beberapa tips bagi ibu menyusui agar bisa mengatur pola makannya.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto: ajinomoto
Ilustrasi bayi dan ibu menyusui. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pekan ASI Sedunia diperingati setiap bulan Agustus. PT Ajinomoto Indonesia bersama ahli Gizi Klinis di RS Melinda Bandung dr Johanes Chandrawinata, MND, SpGK berbagi informasi tentang peran glutamat dalam ASI kepada ibu menyusui di Indonesia.

Tidak hanya ASI, yang merupakan nutrisi penting untuk tumbuh kembang bayi, penting juga bagi ibu menyusui untuk mengetahui gaya hidup sehat dan tips diet akan menghasilkan ASI yang baik.

Menurut dr Johanes, ASI sangat penting sebagai perlindungan paling awal bagi bayi baru lahir, dan juga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi karena ASI mengandung banyak nutrisi seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA) yang merupakan sumber nitrogen baik untuk bayi.

“Glutamat, berbagai zat gizi makro, zat gizi mikro, dan zat bioaktif yang terkandung dalam ASI menjadikannya makanan pertama yang ideal untuk bayi."

Adanya zat bioaktif dalam ASI menunjukkan pentingnya ASI sebagai makanan fungsional yang berperan penting dalam daya tahan dan kesehatan bayi,” jelas dr Johanes, Minggu (22/8/2021).

"Dari segi anthropometri, glutamat dan glutamin ternyata juga membantu peningkatan tinggi dan berat bayi,” tambahnya.

ASI sangat penting bagi bayi, dr Johanes juga memberikan beberapa tips bagi ibu menyusui agar bisa mengatur pola makannya, supaya produksi ASI juga tidak terganggu.

“Selama menyusui, kebutuhan kalori ibu meningkat 330-400 kkal per hari untuk produksi ASI. Untuk mendapatkan kalori ekstra ini, Anda bisa meningkatkan asupan makanan bernutrisi tinggi seperti 1 roti gandum utuh dengan 16 gram (1 sendok makan) selai kacang, satu buah pisang ukuran sedang, atau 225 gram yogurt. Usahakan selalu pilih makanan yang sehat untuk membantu produksi ASI,” beber dr Johanes.

Pilih makanan berprotein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, susu, kacang-kacangan, dan makanan laut rendah merkuri.

Pilih biji-bijian dan sayuran serta buah-buahan yang berserat tinggi. Berbagai makanan akan mengubah rasa ASI.

"Hal ini baik bagi bayi untuk dapat membedakan rasa, sehingga membantu bayi lebih mudah menerima makanan padat di kemudian hari," ungkap dr Johanes.

Kemudian, cobalah untuk minum 1 gelas air atau minuman lain setelah setiap menyusui. Perlu diingat bahwa minuman manis dan jus mengandung banyak gula yang dapat mengganggu proses penurunan berat badan setelah kehamilan.

"Kurangi asupan kafein karena kafein dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi," tegasnya.

Sedang Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati, menambahkan, sangat penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui tentang penerapan pola hidup dan pola makan yang sehat.

“Sebagai perusahaan penyedia solusi kesehatan dan makanan di Indonesia, kami ingin memberikan dukungan bagi para ibu yang setiap hari berjuang untuk memberikan ASI terbaik bagi bayinya," kata Katarina.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved