Breaking News:

Berita Surabaya

DPRD Kota Surabaya Akan Menggelar Hearing Bersama Pedagang Hi Tech Mall

Pengunjung Dilarang Masuk, Pedagang di Hi Tech Mall Surabaya Nekat Berjualan di Luar Gedung

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Pedagang printer Hi Tech Mall Surabaya menjemput bola dengan membuka lapak di luar gedung mal, Jumat (20/8/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno menuturkan, sebelumnya para pedagang Hi Tech Mall datang ke kantor menyampaikan keluhan larangan berdagang di mal. Menurutnya, para pedagang meminta diperbolehkan lagi jualan di dalam mal.

"Para pedagang berharap bisa diperbolehkan beraktivitas di dalam mal. Kemarin sudah disurvei oleh Satgas Covid-19 dan Disperindag Surabaya. Ini masih mempersiapkan bagaimana langkah-langkah yang tepat agar bisa berjualan di dalam," ujarnya, Sabtu (21/8/2021).

Anas Karno berharap, harus ada langkah yang tepat bagi para pedagang. Selain itu, dirinya sudah menyampaikan kepada Disperindag, agar para pedagang dibantu supaya kembali berjualan di dalam serta tidak membuka lapak di luar gedung mal.

"Satu sisi memang mengedepankan protokol kesehatan. Tapi di satu sisi juga tetap harus menggerakan roda perekonomian supaya siap berjalan," ucapnya.

"Memang sudah mengajukan surat kepada kami. Rencananya masih saya agendakan untuk hearing lewat daring," imbuh Anas.

Anas juga menambahkan, Disperindag akan berkoordinasi dan segera memutuskan. Meskipun model bangunannya seperti mal, tapi kondisi di lapangan seperti pasar tradisional. Selain itu, para pedagang juga membutuhkan perlakuan untuk bisa berjualan.

Selain vaksin yang sangat penting, pengunjung juga tetap menjaga protokol kesehatannya ketika melakukan proses transaksi.

Baca juga: Pengunjung Dilarang Masuk, Pedagang di Hi Tech Mall Surabaya Nekat Berjualan di Luar Gedung

"Produk informasi dan teknologi itu penjualannya harus dilihat langsung. Bentuk fisiknya seperti apa," jelasnya.

Yang jelas, tuntas Anas, sebagai fungsi pengawas, DPRD Surabaya tidak ingin terjadi penambahan kasus di tempat tersebut. Tetapi, tidak boleh melupakan perekonomian untuk bisa bergerak dan memulihkannya.

"Satu sisi mencegah tidak terjadi penularan kasus. Tapi di satu sisi sektor ekonomi juga menjadi perhatian. Ini yang harus jalan secara beriringan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved